Posts Tagged “Politik Praktis”

Teman - Teman, ini ada celotehan menarik dari blog sebelah.

www.matiketawaalasbyjk.blogspot.com

mudah-mudahan cukup menghibur.

Berkelit Ala SBYJK 001

Suatu ketika, penulis berhasil melakukan wawancara gaib dengan SBY, sang
pemimpin

Indonesia
saat ini. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan penulis, mengingat penulis
tidak memiliki kemampuan indera keenam, ketujuh hingga seterusnya. Berikut
petikan wawancara tersebut

Ganggang Biru Laut :

1. Pak SBY, sewaktu pilpres pertama, ada isu yang dihembuskan
bahwa isteri Anda adalah non muslim, hal ini dijelaskan melalui nama, yaitu
Kristiani, bagaimana Anda menghadapinya?


SBY :

1. Gampang aja om, SBY kan singkatan dari Saya Bukan Yahudi, nah,  jadi jelas kan!Ganggang Biru Laut :

2. Maksud Anda (dengan ekspresi tidak mengerti), hubungannya
dengan nama tersebut?SBY :

2. Lho, kalau saya Yahudi, tentu saya akan pilih istri Yahudi, karena saya
muslim, pasti yang saya nikahi juga wanita  muslim. Itu yang saya pahami, sebab kalau saya
menganut ajaran agama tertentu, pasti saya pegang dengan baik ajaran tersebut.

Comments No Comments »

Dear all, baru-baru ini ada ribut-ribut tentang posisi SBY pada sesi foto di APEC, komentar itu dapat Anda nikmati di www.mediaindonesia.com/editorial

berikut salah satun tanggapan yang mungkin dapat Anda jadikan Fitnah (fit dan genah)

Posisi Presiden  di Sesi Foto

Bapak - Bapak Anggota Dewan, mestinya tahu diri, memang saat
ini kita harus introspeksi…kenapa malu mengakuinya…?

Makanya, banyak berfikir, bukan berkata-kata, banyak
berkarya, bukan berbicara, tunjukkan budi, bukan berahi, buktikan moral bukan
seksual…

Mari kita jujur, baik dewan, maupun presiden, sama saja
bukan, manusia biasa…betul…? karena itu yang kita buktikanadalah karya…

Harga diri bangsa itu…..

ADA pada anak-anak SD/SMP/SMA, atau MAHASISWA atau SIAPUN warga

INDONESIA yang
mengharumkan NAMA BANGSA…Atlit, Aktor, Dramawan,dan maaf, bukan ANGGOTA DEWAN
YANG TERHORMAT

Jujur saja, renovasi gedung DPR biar Anda sekalian bisa melakukan aktivitas
seksual secara lebih terpelihara…tul kan ?
wakakak… hari gini masih basa basi…

Sudahlah, kasihani bangsa ini, kasihani negara ini, kasihani
Presiden kita juga..bayangkan, karena seringnya SBY anda atur-atur, ilmu S3 yang dia miliki gak
bisa muncul dalam menjalankan pemerintahan…atau malah jangan-jangan….(?)

Wakakakak..

regards

ganggangbiru@yahoo.com

Comments No Comments »

Tidak Perlu Emosi (Sebuah tanggapan atas penganiayaan warga Malaysia, termasuk polisi Malaysia terhadap WNI di Malaysia)

Menyikapi masalah penganiayaan orang Malaysia untuk WNI,
baik TKI, TKW hingga wasit Karate, kita harus melihat beberapa hal.

1. Harus diakui secara akal dan otak (boleh dibaca IQ dan
keteguhan untuk kerja keras) rata-rata orangMalaysia

berada di bawah rata-rata kemampuan orang

Indonesia

, hingga

satu-satunya cara untuk membuktikan
mereka lebih kuat, semata-mata dengan tenaga itu

pun di kandang sendiri.

2. Harus diakui, bahwa seringkali
keberadaan musuh bersama dapat menyatukan kita semua, contoh turunnya Soeharto,
maka mari jadikan Malaysia musuh bersama, bunuh tidak hanya

Azahari atau Nurdin M.Top, tapi semua
yang menganiaya orang Indonesia.

3. Kita sudah tahu, SBY peragu, bahkan
ada desas desus RI 1 adalah JK, nah, mungkin gak kita masih berharap SBY untuk
tegas. Mengingat tingkat kesulitan hidup selama ini, ada

baiknya kita tidak bermimpi. Maaf, ada
selintingan SBY adalah tentara salon…maaf.

4. Kita sudah tahu, DPR RI adalah besar
mulut, besar kantong, mengumpan mulut melebarkan kantong. Maka, saatnya DPR
membuktikan diri. Jujur, sama-sama mengertilah kalau mereka

butuh balik modal untuk mengembalikan
biaya kampanye, maka, boleh dong sekali-kali mereka mencoba untuk mengorbankan
nyawa demi RI.
Kita Tunggu!

5. Tanpa harus emosi, dengan segala kerendahan hati…demi
menjaga harga diri sesama bangsaIndonesia

…kita
pekikan kembali…”GANYANG

MALAYSIA

Comments 1 Comment »

Democracy for the few

Pertama, di Metropolisnya DC dan Marvel, berlangsung pemilihan Gubernur. Peserta dua rangkaian manusia. Satu berinisial FB & P (Food, Beverages as Priority) satu lagi berinisial ADDA (beda tipis ama AIDA; Attention, Destiny, Destiny,Attention)

Berdasarkan kedua pembelajaran para kandidat…mereka beramai-ramai mengumandangkan tagline

MAS dan ABJ, serta JUS

untuk dua hal di atas,maaf tidak dapat dikejar utuh untuk dipelesetkan

takut kesandung

Tapi…o
FB-P, terus terang, sebagai tokoh komik berpengalaman, memiliki ilmu yang dapat diandalkan untuk membangun metropolis

Dengan kata lain…pembelajaran diri FB selama 30 tahun, memang sengaja untuk menjadi major di metropolis…sayangnya…karena kelamaan belajar…ada satu ciri orang yang belajar

1. Makin banyak belajar…makin banyak lupa
2. Makin banyak belajar…makin banyak tidak tahu

Maka untuk FB&P, karena kebanyakan belajar, mudah-mudahan juga banyak lupa dan tidak tahu (the only one thing I know, that is; that I don;t know).. Maka agar lebih mudah, keberadaan makanan dan minuman sebagai prioritas, mungkin itu  yang lebih masuk akal dibandingkan maju dalam keragaman…he..he..he..

ADDA…ini menarik,
bayangkan
dalam 5 tahun membenahi macet, banjir dan tenaga kerja

ada yang terlupakan
1. Macet, itu biasa, bukti adanya kehidupan perkotaan adalah keberadaan macet. Selagi yang macet bukan otak..harusnya kemacetan yang ada tidaklah menyebalkan…jawabannya…?
2. Banjir, itu biasa, bukti bahwa adanya kelalaian, ketololan dan lain-lain. Bayangkan apabila Jakarta tidak pernah banjir, sementara Roma,Paris, dan sebagian London pun kebanjiran…bayangkan apabila para penduduk tiga kota di atas berpindah ke Jakarta..Habislah peluang penduduk jakarta untuk cari kerja…mau tahu,…karena mereka minimal sudah pandai berbahasa Inggris…
3.tenaga kerja…ah basi banget…Masa sudah S2 masih cari kerja…bayangkan…kalau kreatif, seharusnya alumni S2 menciptakan peluang kerja

Jadi…siapa yang akan dipilih oleh warga Metropolis. Attention - perhatian, destiny - takdir, dibalik maka takdirnya hanya untuk diperhatikan (dipilih merupakan pilihan yang ke….)

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Wallahu A’lam bishowwab

Donald Dustbin

Comments No Comments »

FITNESS (S2 CARI KERJA;KRITIK ABIS UNTUK SALAH SATU IKLAN TV)

Terharu…begitu kesan saya ketika melihat, seorang alumni pasca sarjana (tepatnya alumni s2) berdiri memajang badan di tengah - tengah kemacetan lalu lintas… di kota Jakarta

Terharu, sebab menyedihkan sekali, bahwa orientasi belajar telah berubah menjadi alat untuk mencari uang, sepengetahuan saya, belajar adalah pencarian ilmu, yang dengannya kita dapat membuat pekerjaan  atau minimal mengerjakan pekerjaan yang belum dikerjakan oleh orang lain.

Tragis, sebab alumni pasca sarjana, nyuwun sewu, pada zaman saya, di sekolah saya terdahulu, alumni tingkatan SMA aja, sudah diminta untuk “baiknya kamu melakukan usaha sendiri”Yang lebih tragis, hal itu saya temui pada iklan TV “benahi Jakarta” yang mengusung salah satu kandidat, calon gubernur jakarta periode 2007 - 2012.  Bayangkan,jangankan untuk membenahi Jakarta, mencari kerja saja pasca S2 masih belum bisa?  Gila… apatah tidak mengharukan, banyak alumni STM bekerja di bengkel, alumni D3 jadi marketing asuransi, alumni s1 yang jadi  operator telpon di kantor… so ada apa dengan rekan s2 kita ini?

Saya kok curiga, jangan-jangan rekan kita yang satu itu hidup di awang-awang. Bermain pada tataran teoritikal, “gua udah s2, gengsi dong jadi ini itu? ups… sementara membuat usaha sendiri…”ah gua masih takut rugi? ah…masa depan gak jelas?

Picik, apalagi hal ini diusung oleh PKS, partai yang katanya hampir seluruh kadernya manusia berpendidikan. Saya kok jadi sedih, apakah para manusia terdidik di PKS hanya dididik untuk menjadi pekerja, bukan pengusaha…GIla, mau jadi apa?Sekali lagi, bagi saya, orientasi belajar untuk uang bukanlah hal yang munafik, tapi mengukur strata dengan kerja adalah hal yang mengerikan, kalau tidak bisa dibilang TOLOL.  Dunia kerja, maaf, pada akhirnya meniscayakan kompetensi dan kapabilitas, bukan strata. Dan Ilmu, merupakan sarana untuk menambah kompetensi dan kapabilitas, uang adalah manfaat dari pengolahan ilmu yang diterima, baik diolah secara bijaksana maupun bangsat sana….terserah.

Masa alumni s2 gak punya kemampuan untuk jual diri, baik pada konotasi positif maupun negatif. Tataran negatif, main-main aja di bilangan Gajah Mada atau Mangga Besar malam hari,  bohong kalau alumni S2 gak bisa ngeliat peluang. Tataran positif, main aja ke perusahaan asuransi, sebagai agen, mustahil S2 ditolak. Gengsian kaleee. Makan tuh gengsi…atau…jangan-jangan….(silakan lanjutkan sendiri, bebas gunakan otak kanan maupun otak kiri Anda)

Maaf, ternyata, orientasi pendidikan kader PKS, terutama di Jakarta adalah mencari kerja, bukan ilmu apalagi membuka peluang kerja. Akhirnya, bagi teman-teman, mulailah berbagi dengan rekan-rekan kita tersebut, dengan memberikan satu buah silet untuk pegangan hidup mereka

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

Donald

Comments No Comments »

INDONESIA USAI?

Menurut data statistik di BPS, sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim atau beragama Islam.

Menurut ajaran Islam, salah satu Rasul dan Rasul terakhir, yang jadi panutan utama adalah Nabi Muhammad SAW

Menurut cerita dan sahibul hikayah, usia Nabi Muhammad SAW adalah 63 tahun.

Menurut kenyataan, mengingat kebanyakan orang Indonesia beragama Islam, maka tidak menutup kemungkinan, usia Indonesia (baca Republik Indonesia)adalah 63 tahun.

Merujuk ke paragraph di atas, maka… bukan mustahil 17 Agustus 2008, adalah saat - saat terakhir kita bernaung di Republik Indonesia

Maka

1. Berbuatlah terbaik untuk Republik Indonesia, mumpung Ia masih ada

2. Nikmati, dan keruklah segala hal yang dapat Anda kejar dari Republik Indonesia, mumpung Ia juga masih ada

3. Siapkan pilihan Anda selanjutnya (baca pelajari tentang negara lain, siapa tahu ada pilihan yang lebih baik)

Comments No Comments »

Presiden  dan Wakil Presiden ditengarai mengidap Autis

Kurang lebih sebulan yang lewat, dalam rangka memperingati tentang hari autis sedunia, Farhan (presenter terkenal), ditanya tentang autis, Ia menjawab bahwa pengidap autis adalah mereka yang kesulitan berempati dalam proses komunikasi

Berdasarkan kriteria autis versi Farhan, ditengarai pemimpin tertinggi dan wakilnya (maaf, mungkin dan boleh jadi…) mengidap autis

FAKTA 1

Rakyat ramai - ramai teriak agar BBM, tidak naik, nyatanya, Presiden menaikkan harga

FAKTA 2
Rakyat ramai - ramai meminta proses penyelidikan atas beberapa mantan menteri yang diindikasikan terlibat kasus korupsi, nyatanya, Presiden diam seribu bahasa

(Bukan) Kesimpulan

Berdasarkan hal tersebut, percayalah, bahwa Presiden dan Wakil Presiden RI saat ini, diindikasikan mengidap autis…ada yang ingin menyelidikinya?

Cheers

Comments No Comments »

HOT NEWS!!!!!!!

DIBUKA TPU

TERBESAR


DI DUNIA!!!!

Dear all, seberkas harapan mengembang diufuk,

UFUK KEMATIAN.

Sebuah Tim Besar yang dikelola oleh SBY – JK berencana akan mengembangkan TPU (Tempat Pemakaman Umum) terbesar di dunia.

Lokasi TPU tersebut berada di antara samudra Pasifik dan samudra Hindia dan di antara dua benua, yaitu diantara Asia dan Australia.

Sayangnya, menyesal sekali untuk saya katakan, TPU itu berada dan bernama INDONESIA…Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, dan  entah, karena  beruntung atau tidak beruntung, kita adalah
penghuni pertama TPU tersebut.

Sebagai bentuk keseriusan SBY – JK,mereka, dengan dibantu beberapa orang “staf ahli” sedang mencoba membentuk tim tangguh untuk membantu mulai dari perencanaan, eksekusi, pemasaran hingga hitung - hitungan break event point atas proyek tersebut….

Nantikan… terbentuknya tim tersebut dan peluncuran besar-besaran proyek TPU TERBESAR DI DUNIA, pada…RESHUFFLE KABINET TAHAP AKHIR (baca; akhirnya gitu – gitu doank) dan menyesalnya…saya beserta sekitar dua ratus juta lebih penduduk Indonesi, telah menjadi ……..MA Y A T — M A Y A T   H I D U P.

Oya, Pijakan Intuitif atas proyek ini adalah penegasan JK bahwa untuk 2009, SBY harus memulai kampanye dengan “Apa yang telah saya lakukan, bukan lagi apa yang saya akan lakukan”, padahal mereka berdua satu paket. Konyol kan !? Dan yang paling penting, apabila proyek TPU Terbesar di Dunia ini berhasil, …… maka ini adalah apa yang akan diutarakan oleh SBY pada 2009…

Kira – kira bunyi kampanyenya sebagai berikut…. “Sebagai gambaran tentang keberhasilan saya, atau apa yang telah saya lakukan pada periode saya; tentu dengan dibantu TIM TANGGUH yang saya MILIKI, saya telah berhasil menciptakan TPU TERBESAR DI DUNIA. Coba Anda cari, mana ada di dunia ini, TPU yang sebesar dan seluas Indonesia ”….

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun

Kritik, Saran, Celaan, Ejekan atau Amukan (ORAL) dapat diemail ke donalddustbin@yahoo.com.

(Maaf tidak menerima pujian, karena itu cuma HAKNYA TUHAN YME)

Comments 1 Comment »

Rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang Insya4JJ dan Puji Tuhan saya cintai, ijinkan saya berkeluh kesah di sini, andai Anda sekalian tidak dapat menerimanya, mohon dengan hormat jangan membaca, apalagi meminta orang untuk membacakannya untuk Anda. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, selalu bersama Anda. Terus terang, saya bingung, belakangan ini, entah karena keterbelakangan saya sehingga saya bingung, atau karena belakangan ini saya mencoba untuk menjadi orang yang tidak terkebelakang…entahlah…

Saya bingung ketika kita ribut-ribut mengenai kenaikan BBM, pengurangan subsidi bagi Rakyat sementara ada kenaikan tambahan tunjangan bagi DPR. Lha, apa itu bukan konsekuensi logis, menaikkan BBM bisa “dikejar” tidak hanya oleh para penerima Bantuan Langsung Tunai, melainkan juga oleh DPR. Pemerintah tentu akan lebih sulit “mengambil hati DPR” daripada “mengambil hati rakyat. Lha wong mengambil hati rakyat itu mudah…Setahun bermanis-manis, atau menjadi pihak yang dikucilkan…setahun sebelum pemilu tentunya…pasti dikasih hati sama rakyat. Percayalah…bangsa kita benar-benar manusia paling sejati seantero jagat! Mau bukti, orang Arab bilang wa ma summiya-l insan illa linisyaani, yang maaf kalau tidak salah1,jelas tidak ada yang bisa mengakui dirinya manusia sejati, sekalipun punya ilmu segudang, kalau ia tidak pernah lupa. Alhamdulillah orang-orang kita pelupa, jadi orang-orang kita (sungguh, boleh Anda baca, bangsa Indonesia) adalah manusia dalam artian yang sesungguh-sungguhnya…gile bener…. Mengambil hati anggota Dewan, itu lain ceritanya…lha wong mereka representasi rakyat….maka presentasi mereka harus diapresiasi dengan present juga (baca hadiah). Harrrri ginneh masih nyari nyang gratisan…aaammmiiitttt-aaammmiiitttt2

Bingung dengan keadaan negara…tidak perlu…. Setidaknya kita pernah mendengar atau membaca, ketika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggu saja kehancuran…. Nah kenapa kita mesti bingung memikirkan negara, toh kita sudah melihat ada orang yang meneriakkan kebenaran perubahan harga BBM, tanpa ia mengetahui kebenaran tentang perubahan harga BBM itu sendiri, apa itu tidak pertanda kehancuran…. Ndilalahnya, ketika ada koreksi, mudah sekali bersembunyi dibalik “tidak semua kebaikan itu dapat diapresiasi dengan kebaikan pula”. Jujur saja, seingat saya, kalo sorga itu ada, tidak ada persyaratan masuk sorga yang menyiratkan - mohon dikoreksi kalau saya salah – kewarganegaraan Anda, suku bangsa Anda, titik tolak penilaian kan perilaku kita(?). Tetapi jika tulisan ini juga tetap salah, percayalah itu lebih baik daripada berdiam diri…he…he….he.

Perihal korupsi yang merajalela, pungli dan pembalakan liar. Pernah gak sih kita kepikiran bahwa seseorang yang korupsi itu karena ia ingin mensejahterakan istrinya; minimal dapat ikut arisan sesama tetangga di komplek mereka tinggal, yang kebetulan diadakan di Hongkong? Melakukan pungli karena takutnya anaknya tidak bisa membayar ongkos hidup di NTU?, atau membalak hutan karena takut anaknya tidak dapat melakukan penelitian di MIT? Jujur saja, niat itu dapat dianggap mulia kan!? Tidak ada yang salah dengan niatnya…tul? Kalau ada yang salah itu cuma kelakuannya saja, tidak lebih, dan kelakuan itu bukankah bagian dari aktivitas seseorang untuk menemukan jati dirinya, lalu…dibiarkan saja? Tidak…jangan dibiarkan…. cukup kalau kita tahu, doakan saja istri atau anak orang tersebut, meninggal dunia, minimal kecelakaan pesawatlah, yang nilai asuransinya tinggi. Kalau itu terjadi…saya yakin ybs3 tidak merasa perlu untuk melakukan ketiga hal tadi, kecuali kalau ia menikmati ketiga hal di atas, sesungguhnya kenikmatan tiap-tiap orang itu pasti berbeda, dan tidak akan ada orang yang ingin diganggu saat-saat ia merasakan kenikmatan… Jadi, biarkan saja, tho masuk surga atau nirwana sendiri-sendiri, yang bisa kita lakukan secara berjamaah itu hanya ada di dunia, mulai dari sholat hingga korupsi, tapi masuk surga…yang maaf bin maaf, kagak asyik aja kalau berjamaah…

Coba Anda bayangkan, ketika Anda telah jungkir balik berbuat kebaikan di dunia, tiba-tiba hitung-hitungan Anda di akhirat cuma seperti ini, (perumpamaan kata-kata Malaikat) “ Anda saya lihat sering shalat berjamaah dengan si Fulan, si Fulan kebetulan sudah masuk Surga, Anda masuk Surga saja deh, ikut dia…” Apakah Anda tidak merasa terganggu? Hilang dong harga diri Anda sebagai manusia… Atau Anda sudah berusaha menghilangkan tahi mata Anda untuk Shubuh berjamaah, tiba-tiba (lagi-lagi perumpamaan kata-kata Malaikat) Si Fulan, sudah masuk Surga, saya lihat Anda sering berjamaah dengannya, Subuh Anda tidak pernah absen nih…hebat…Tapi…nanti dulu, sebentar…sebentar… Anda Subuh karena kebetulan Si Imam itu atasan Anda, lho…kok kebetulan ya…? Nanti dulu, Anda belakangan…. Ternyata, secara kebetulan pula, Anda dicuci dulu di Neraka…alhasil yang keluar dari mulut Anda adalah…Tau gitu… Jujur saja, keberadaan pembalak liar, koruptor, pencoleng, penjahat, sebenarnya menguntungkan kita, lahir dan batin. Pertama, kita dapat merasakan bahwa kompetitor kita untuk masuk sorga itu berkurang. Bayangkan, dalam keseharian saja kita sering berkompetisi, bahkan secara tidak sehat, baik untuk jabatan, nama baik, pasangan hidup,bahkan harta. Semakin banyak orang berbuat kejahatan, mudah-mudahan menambah besar kans kita untuk mencapai paradiso tadi, tetapi kalau kita termasuk penjahat, sesungguhnya kita telah memudahkan langkah beberapa orang untuk mencapai surga, dan mudah-mudahan tetap ada pahalanya…(Anda boleh teriak Aaammmiiittt- aaammmiiittt atau Aaaaamiiiiiieeeen….terserah)

Perlu juga diinsafi, bahwa keberadaan teman-teman kita yang jahat, ternyata malah memudahkan kita melihat surga. Dari kecil seringkali kita diajarkan bahwa sorga berada di bawah telapak kaki ibu, padahal karena kelalaian ibu kita menyisihkan uang untuk beli sendal, sepatu atau krim pelembut kaki4, telapak kaki Ibu itu kasar, salahkan kalau kita menganggap sorga itu sekasar telapak kaki Ibu!?. Maka, semakin banyak orang jahat, mudah-mudahan semakin kita dapat mengidentifikasi sorga, yaitu secara minimal dengan tidak melakukan aktivitas penjahat tersebut, atau minimal kita dapat berhati-hati membedakan antara niat yang baik dan benar, dengan tindakan yang baik dan benar. Lalu bagaimana pula dengan keberadaan generasi yang akan datang? Percayalah tiap-tiap generasi, dimanapun ia berada, terutama yang berasal dari manusia, akan memiliki kemampuan hidup maupun resilience5 yang berkesesuaian dengan masa mereka, dan ingat juga dong… our future is now.

SBYJK, Sering Bohong, Ya Jelas Kualat, maka itu, saya mohon apabila ada yang ingin menyampaikan kritikan atas tulisan ini, celaan bahkan masukan yang membangun sekalipun, sesungguhnya kami tidak dapat menerimanya, apabila itu hanya dilontarkan dalam hati Anda… Selamat Iedul Fithri 1426 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Taqaballahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Kariem. Semoga tetap ada Sorga di dunia sana bagi masyarakat Indonesia…Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.

Kritik dan Saran atau Makian…takut cukup disms aja ke 0813-19857216.. Insya 4JJI akan saya balas dengan ucapan terima kasih…(di luar akan menjadi pembelajaran bagi diri pribadi saya>>>tx)

Comments 1 Comment »

Perihal Kekalahan PKS di Depok

Kekalahan PKS yang amat dramatis dan tragis merupakan pembelajaran politik yang amat berharga bagi semua kalangan masyarakat Indonesia, terutama bagi internal PKS sendiri. Kekalahan PKS sebenarnya merupakan hal yang sangat wajar, sebab hal ini merupakan puncak dari ketidaksiapan PKS dalam menghadapi kompetitor, sekaligus incumbent di Kota Depok.

Berikut beberapa gambaran dari ketidaksiapan PKS untuk menang di Depok,yang nota bene merupakan basis PKS di Jawa Barat, bahkan boleh jadi di Indonesia. Tentu, apa yang saya ungkap hanya apa yang dapat saya amati, siapapun boleh menambah atau mengurangi point-point yang akan saya sampaikan sebagai berikut :

  1. Salah menghitung terdiri dari beberapa hal penting, yaitu :

  1. Menghitung kemungkinan menang berdasarkan hasil PEMILU legislatif . Pada pemilu legislatif, PKS mendapatkan 22% suara, terbesar di Depok. Pernyataan ini saya dapatkan dari salah seorang anggota DPC PKS Pancoran Mas, dan saya bantah bahwa apabila ini menjadi dasar penghitungan mereka untuk memenangkan PILKADA, merupakan kesalahan yang fatal.

  2. Menghitung calon walikota yang akan diusung. Tanpa bermaksud mengintervensi internal PKS (yang maaf, sudah terlalu sering diintervensi, tapi karena “kepatuhan” tanpa pamrih kepada pemimpin, selalu kejadian ini dinegasi oleh para “pengikut” PKS), pemilihan Nur Mahmudi, mencederai kader yang memiliki keterikatan memadai dengan Shaleh Martapermana, salah seorang alumni P3 yang kemudian berjuang membesarkan PKS di Depok, yang secara kebetulan “sempat mengamini” untuk dipinang oleh Badrul Kamal. Shaleh sempat dihembuskan berbeda pendapat secara radikal dengan ikhwan-ikhwannya di DPD. Tentu hal ini sulit dibuktikan oleh orang luar, tetapi sebagai gambaran sederhana saja, sepengetahuan penulis, pengajian internal (liqa’) yang diadakan di rumah Shaleh saat ini sudah berhenti (salah seorang anggota pengajian tersebutnya menyebutnya dengan “bubar”)

  1. Promosi yang salah, meliputi beberapa hal seperti:

  1. Media promosi yang menyatakan “saatnya melayani warga depok” (maaf agak lupa secara pasti, tapi intinya seperti itu).Pernyataan ini agak membingungkan sebab baik Nur Mahmudi maupun Yuyun keduanya adalah warga Depok. Keduanya tinggal di Depok tetapi tidak pernah melayani warga Depok, bagaimana bisa? Mungkin saja, sebab selama ini memang mereka belum pernah melayani, sekalipun Yuyun pernah jadi birokrat di lingkungan Pemda Kota Depok, ia hanya melayani atasan, bukan masyarakat. Tapi bagi Nur Mahmudi yang mantan menteri, ketika ia melayani masyarakat Indonesia, tapi tidak melayani Depok, sepengetahuan saya Depok belum pernah kepikiran mau merdeka atau melepaskan diri dari NKRI, apa gak salah tuh!

  2. Poster yang seakan-akan berbunyi 5 Tahun siap melayani pilihan warga Depok. Idealnya mungkin poster ini harus dibaca Nomor lima Pilihan Warga Depok. Nomor Lima Siap melayani warga Depok. Tapi alhasil, karena kecerobohan (kebodohan) dalam membuat desain grafis, justru yang akan terbaca oleh orang lain adalah 5 (nomor 5 ) siap melayani warga Depok siapapun yang jadi walikotanya..gila. Untuk hal ini pernah saya ujikan dalam perjalanan saya di S16, rata-rata mereka yang saya minta untuk membaca poster tersebut, membacanya dengan apa yang saya utarakan tadi. Bayangkan… persetan siapapun pemimpin Depok, pasangan Nur Mahmudi dan Yuyun siap melayani mereka (lho…?)

  1. Tidak mencermati langkah lawan. Secara sederhana tiap-tiap calon kandidat memiliki tim yang harus mencermati langkah dan tindakan lawan. Termasuk dalam hal persiapan PILKADA yang carut marut dan boleh jadi rentan intervensi, pihak PKS Depok lupa diri. Sebagai contoh sederhana mereka lupa mengingatkan kepada anggota mereka untuk mencermati program Pantarlih. Baru ketika pantarlih ditutup mereka (ikhwan PKS) teriak-teriak untuk membuka pendaftaran pantarlih tambahan, padahal seharusnya hal ini telah mereka sosialisasikan hingga ke DPRa yang ada di Depok, alhasil ini merupakan modal bagi kompetitor Nur Mahmudi menghantam balik. Secara sederhana KPUD sudah tidak taat asas waktu yang telah disepakati untuk kegiatan PILKADA

  2. Kata orang Arab, Lisaanul Aqil fi qolbihi wa qolbu-l-jahil fi famihi, artinya kurang lebih begini, Mulut orang yang berakal ada di hatinya, tapi hati orang yang bodoh ada di mulutnya. Pernyataan Nur Mahmudi untuk mengaudit segala tindakan ataupun kebijakan yang ada di Kota Depok, jauh sebelum ia dilantik, merupakan tindakan yang berlebihan. Perlu disadari bahwa penyelewengan dalam suatu pemerintahan (terutama di Depok) boleh jadi merupakan hal yang niscaya. Pernyataan itu, secara tidak langsung menekan kompetitor untuk berhasil memenangkan PILKADA guna mengamankan kebijakan yang telah ia bangun dengan susah payah, bergelimang keringat (tidak hanya uang). Kemenangan Badrul Kamal, membuat upaya dirinya dalam mengamankan kebijakan Kota Depok yang telah ia rancang semakin lancar. Tentu, kita dapat mempersoalkan tentang kebijakan apapun, tiap kebijakan pasti mengandung unsur kontroversi. Tetapi kehadiran Hypermart (Grup Matahari), hampir berhadap-hadapan dengan Giant (Grup Hero), lalu jarak 1,5 km ada Carrefour (kesemuanya di Margonda) dan 1 km dari Carrefour ada Alfa (Grup Sampoerna) apakah tidak dapat dianggap sebagai indikator kebijakan yang tidak tepat (boleh dibaca salah). Kalau masih belum jelas, empat Hyper Market berada dalam satu kawasan yang berdempetan, apa tidak salah, untung GORO sudah tutup, kalau belum tentu jumlah hypermarket untuk Kecamatan Pancoran Mas dan Beji menjadi lima. Sayangnya Om Nur, mulutmu Harimau mu, jadi sekarang cukuplah bersabar.

  3. Di bayar berapa? Mau pintar koq mahal…tanya kenapa? Mungkin kalimat dari iklan Sampoerna cukup mewakili, bahwa PKS harus membayar mahal kesempatan yang ada dan terpaksa terbuang sia-sia. Tetapi perlu dimengerti pula bahwa keberadaan Nur Mahmudi sebagai pemenang, amat rentan dari goncangan sana-sini, dan PKS belum dapat membantu dirinya, seandainya guncangan itu ada. Bohong kalau kita tidak mengakui Kota Depok sebagai basis massa PKS, tetapi kita juga akan berbohong kalau mengatakan bahwa PKS telah menjadi Partai Politik berpengaruh di Kota Depok. Mau bukti? Sekalipun PKS memenangi Kursi DPRD, tetap “chieftain” dari DPRD Kota Depok adalah Naming H. Bothin (Golkar)… Tanya Kenapa??????

Untuk PKS, jadikanlah ini momentum platinum bagi Anda dan Keluarga Besar (Ikhwan dan Akhwat) untuk berani mengatakan bahwa “hari gini berpolitik cuma modal liqa” adalah hal yang mengharukan.

  1. Terakhir, untuk Om Nur Mahmudi, seingat kami belum ada Calon Walikota yang gagal dan melakukan tindakan bunuh diri. Bagaimana kalau Anda sebagai pioneer? Masa kalah dengan anak kecil yang tidak sanggup menerima hinaan dari teman-temannya, berani mengambil jalan pintas (bunuh diri). Kami yakin masyarakat menunggu berita sensasional tersebut dari Anda.

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

NB:

Penulis tidak menerima kritikan (sekalipun membangun), masukan atau opini dari siapapun, yang diutarakan hanya di dalam hati yang bersangkutan.

Comments 1 Comment »