Posts Tagged “Ketiadaan”
Teman - Teman, ini ada celotehan menarik dari blog sebelah.
www.matiketawaalasbyjk.blogspot.com
mudah-mudahan cukup menghibur.
Berkelit Ala SBYJK 001
Suatu ketika, penulis berhasil melakukan wawancara gaib dengan SBY, sang
pemimpin
Indonesia
saat ini. Kejadian ini benar-benar di luar dugaan penulis, mengingat penulis
tidak memiliki kemampuan indera keenam, ketujuh hingga seterusnya. Berikut
petikan wawancara tersebut
Ganggang Biru Laut :
1. Pak SBY, sewaktu pilpres pertama, ada isu yang dihembuskan
bahwa isteri Anda adalah non muslim, hal ini dijelaskan melalui nama, yaitu
Kristiani, bagaimana Anda menghadapinya?
SBY :
1. Gampang aja om, SBY kan singkatan dari Saya Bukan Yahudi, nah, jadi jelas kan!Ganggang Biru Laut :
2. Maksud Anda (dengan ekspresi tidak mengerti), hubungannya
dengan nama tersebut?SBY :
2. Lho, kalau saya Yahudi, tentu saya akan pilih istri Yahudi, karena saya
muslim, pasti yang saya nikahi juga wanita muslim. Itu yang saya pahami, sebab kalau saya
menganut ajaran agama tertentu, pasti saya pegang dengan baik ajaran tersebut.
No Comments »
Tanggapan atas seorang penulis cerpen Fiyan Arjun ; paman_sam2@yahoo.com
http://sebuahrisalah.multiply.com
Mohon kunjungi alamat ini, atau membaca cerpen yang Ia tulis, sebelum Anda membaca cerita saya, thanks.
Assalamualaikum Wr Wb Dear Fiyan, saya baru membaca sekali cerpen Anda. Sejujurnya saya tidak memiliki penilaian yang masuk akal untuk saya utarakan, karena baru sekali membaca, tetapi, kebetulan saya seorang DO-er (drop out)er dari FSUI (sekarangFIB), mungkin ada beberapa celoteh, yang boleh didengar ataupun dilecehkan.
1. Pembelajaran saya, cerita adalah sesuatu yang bebas, ia hidup dan dihidupkan oleh pengarang, sementara pembaca, menghidupkan cerita dengan latar belakang yang dimiliki oleh sang pembaca, maka, permainan kebenaran atau kebaikan atau keburukan atau apapun namanya dari suatu cerita, adalah semata-mata sebuah permainan.
2. Cerita tidak pernah baik atau buruk, apalagi salah atau benar. Pengarang tidak pernah baik atau buruk. Pembaca tidak pernah baik buruk. Aturan main ada pada proses, apalagi cerita merupakan sebuah tuturan yang dituliskan, makaapa yang ada ceritakan adalah sebuah cerita mandiri. Ketika proses pembuatan itu memang ANDA NIKMATI maka ia adalah suatu cerita. Entah itu Cerpen, puisi, bahkan Joke Kotor sekalipun.
3. Cerita adalah ekspresi kebebasan ilahiah, yang Ia titipkan kepada si pembuat cerita untuk dinikmati proses pembuatan cerita, dengan segala kekurangan atau kelebihan pada proses tersebut, pada bagian lain, Ia juga menitipkan kenikmatan yang sama pada proses pembacaan, penuturan ulang, pengkritisan atau penelaahan hingga pelecehan.
4. Bercerita, maka adalah suatu karunia, siapapun perlu mensyukurinya, permainan apakah itu cerpen atau bukan, sajak atau bukan, cerita bersambung atau bukan, boleh jadi semata-mata pilihan yang dititipkan kepada manusia.
5. Boleh jadi, kejujuran dalam bercerita adalah ANDA HARUS MENIKMATI PROSES PEMBUATAN CERITA ITU SENDIRI, tapi itu boleh jadi. Maka, ketika pembuatan itu Anda lakukan, dan Anda hanya mengharapkan itu sebagai perwujudah manusiawi yang harus Anda kerjakan sebagai bentuk proses kesyukuran Anda atas karunia-NYA, maka apapun bentuk cerita, dan kritik atas cerita, harus Anda sikapi sebagai permainan manusiawi, yang bagian dari perwujudan Ke-Ilahiah-An yang MAHA AGUNG.
6. Berceritalah, dalam bentuk dan dengan apapun, sungguh, ketika Anda membatasi cerita Anda dengan penamaan tertentu, sesungguhnya pembatasan itu hanya akan mengecilkan karunia DIA yang sedang Anda syukuri.
7. Selamat bercerita, bebaskan diri Anda bercerita, Niatkan sebagai bentuk kesyukuran, syukur2 menjadi penebar hikmah atau minimal menghibur sesama.
Sebagai bentuk sebuah cerita, izinkan saya kutipkan alamat multiply Anda, dan saya juga cantumkan cerita saya ini dalam blog saya, baik dalam blogspot maupun friendster. Tulisan Anda, saya berikan dalam bentuk link aja.
Wallahu A’lam bishowwab
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun Terima kasih
Wassalamualaikum
No Comments »
Sebuah perjalanan, memiliki langkah awal..dan langkah awal dalam suatu kehidupan sosial boleh jadi adalah komunikasi
Komunikasi boleh jadi tidak berlangsung secara utuh, bertatap muka atau bertukar kata-kata. Berangkat dari awal mula, yang mengatakan manusia pada dasarnya adalah makhluk yang belajar untuk berbicara, atau menentukan nama atas sesuatu, baik secara individu maupun bersama-sama, maka komunikasi awal mula adalah komunikasi tanpa kata-kata.Tapi, komunikasi awal mula harus diakui belum bentuk tulisan, karena tulisan baru ditemukan kemudian hari, setelah ada perkembangan berkomunikasi di dunia manusia (realitas sosial)
Maka, komunikasi awal mula, dalam hemat penulis hanya terdiri dari dua hal, entah mana yang paling awal, Anda tentukan sendiri, yaitu komunikasi Anda dengan diri Anda sendiri, dan komunikasi Anda dengan apa yang mungkin dapat Anda sebut sebagai TUHAN, atau sesuatu yang patut ANDA HARGAI secara lebih baik. Berkaitan dengan hal kedua, maka IDENTIFIKASI DIRI ANDA sebagai penganut ATEISME, boleh jadi Anda menjadikan ATEIS sebagai TUHAN Anda.Ada dua hal penting dan merupakan turunan dari kedua hal di atas. Pada bagian komunikasi Anda dengan diri sendiri, ada hal esensial yang tidak mungkin anda pungkiri, yaitu Anda tidak mungkin membohongi diri Anda sendiri. Bagaimanapun pandainya Anda membohongi masyarakat sekitar Anda, Anda tidak akan dapat membohongi diri Anda sendiri. Kata hati Anda, adalah hal yang nyata, ia tidak mungkin Anda bohongi,yang ada adalah Anda berusaha membohongi diri Anda sendiri, tapi secara realitas, Anda hanya berusaha melarikan diri dari diri Anda sendiri. Pertanyaannya adalah, mungkinkah?
Pada bagian Anda berkomunikasi dengan TUHAN,dengan nama apapun Anda sebut TUHAN Anda, sesungguhnya Anda mengetahui bahwa sangat tidak mungkin untuk membohongi TUHAN Anda. Bahkan pada tataran paling naif, Anda akan melihat, untuk membohongi kedua hal di atas, baik membohongi diri Anda maupun TUHAN Anda adalah suatu hal yang bohong.
..:Sebuah Tanda Tanya
Berdasarkan dua hal di atas, tentu akan sangat sulit bagi kita untuk menghindari diri sendiri dan TUHAN. Pada bagian lain, dua hal ini menjadi tonggak awal, bagi pemikiran dalam komunikasi.
Penegasan utama adalah, apabila Anda tidak dapat membohongi diri Anda, dan TUHAN Anda, kenapa Anda memaksakan diri untuk membohongi orang lain. Jujur, hal ini sulit, sebab seringkali kebohongan menjadi bagian yang tak terpisahkan dari manusia. Apabila kalimat ini dijadikan pegangan, maka keinginan untuk tidak berbohong juga sangat manusiawi.
Terakhir, ketika kita membohongi orang lain, maka kita tanpa sengaja menindas diri kita untuk dapat berbohong dan membohongi diri. Selain itu, tanpa disadari, kita telah mengajak “perang” sang Pencipta.
Sebuah awal, dari suatu proses sosial adalah komunikasi, dan sebuah akhiran dari suatu proses sosial boleh jadi terputusnya komunikasi. Maka, awal dari suatu proses komunikasi secara umum adalah kejujuran, dan ia harus juga diakhiri dengan kejujuran yang lain.
Wallahu A’lam bishshowab.
No Comments »
Ini adalah cerita
Suatu ketika , seorang Raja meminta kepada para menteri dan punggawanya, untuk membawakan seorang perempuan yang cantik, bijaksana, pemaaf, dan segala-galanya. Waktu yang diberikan cuma seminggu. Apabila gagal, para menteri akan dihukum gantung dan punggawa dihukum rajam.
Semakin lama, semakin dikit waktu tersisa, para menteri beserta punggawa belum ada yang menemukan jawaban. Alkisah ,salah satu dari mereka tanpa sengaja menceritakan hal ini kepada salah seorang tukang kebun istana. Tukang kebun, yang lugu dan tidak bisa baca tulis, memberikan sebuah kitab suci, sambil berkata “Inilah jawaban bagi Sang Raja”
Sang menteri tertegun, berusaha mencerna apa yang dikatakan si tukang kebun. Tukang kebun, tertawa, keheranan melihat keterbelalakan sang menteri. Ia berkata, Tuan, sebagaimana yang Anda tahu, saya tidak bisa baca tulis, tapi saya tahu, bahwa ini adalah kitab suci saya.” Saya hanya dapat memandanginya, sambil berharap ia memandangi saya juga, saya tidak dapat memahaminya, maka saya akan mengganggap ia adalah sesuatu yang ideal. Ia tidak menggurui, karena saya belajar hanya dari memandang dirinya, Ia tidak menghardik, karena saya tidak dapat berbuat lebih, kecuali menyentuhnya. “
“Tapi, potong si Menteri, bukan kah Raja, bahkan saya sendiri dapat membaca dan menulis?” . “Betul, jawab tukang kebun. Karena Anda sekalian dapat membaca kitab suci, dan mahir menuliskan ulang isinya, Anda sekalian kehilangan kecantikan dirinya. Karena kemahiran Anda tersebut, Anda lupa mengingat, bahwa sesungguhnya, Ia adalah teman sejati Anda.”
Bergegas sang Menteri menghadap raja, mempersembahkan kitab suci, dan selamatlah para menteri serta punggawa kerajaan tersebut.
Donald Dustbin, 11-8-2007
1 Comment »
Democracy for the few
Pertama, di Metropolisnya DC dan Marvel, berlangsung pemilihan Gubernur. Peserta dua rangkaian manusia. Satu berinisial FB & P (Food, Beverages as Priority) satu lagi berinisial ADDA (beda tipis ama AIDA; Attention, Destiny, Destiny,Attention)
Berdasarkan kedua pembelajaran para kandidat…mereka beramai-ramai mengumandangkan tagline
MAS dan ABJ, serta JUS
untuk dua hal di atas,maaf tidak dapat dikejar utuh untuk dipelesetkan
takut kesandung
Tapi…o
FB-P, terus terang, sebagai tokoh komik berpengalaman, memiliki ilmu yang dapat diandalkan untuk membangun metropolis
Dengan kata lain…pembelajaran diri FB selama 30 tahun, memang sengaja untuk menjadi major di metropolis…sayangnya…karena kelamaan belajar…ada satu ciri orang yang belajar
1. Makin banyak belajar…makin banyak lupa
2. Makin banyak belajar…makin banyak tidak tahu
Maka untuk FB&P, karena kebanyakan belajar, mudah-mudahan juga banyak lupa dan tidak tahu (the only one thing I know, that is; that I don;t know).. Maka agar lebih mudah, keberadaan makanan dan minuman sebagai prioritas, mungkin itu yang lebih masuk akal dibandingkan maju dalam keragaman…he..he..he..
ADDA…ini menarik,
bayangkan
dalam 5 tahun membenahi macet, banjir dan tenaga kerja
ada yang terlupakan
1. Macet, itu biasa, bukti adanya kehidupan perkotaan adalah keberadaan macet. Selagi yang macet bukan otak..harusnya kemacetan yang ada tidaklah menyebalkan…jawabannya…?
2. Banjir, itu biasa, bukti bahwa adanya kelalaian, ketololan dan lain-lain. Bayangkan apabila Jakarta tidak pernah banjir, sementara Roma,Paris, dan sebagian London pun kebanjiran…bayangkan apabila para penduduk tiga kota di atas berpindah ke Jakarta..Habislah peluang penduduk jakarta untuk cari kerja…mau tahu,…karena mereka minimal sudah pandai berbahasa Inggris…
3.tenaga kerja…ah basi banget…Masa sudah S2 masih cari kerja…bayangkan…kalau kreatif, seharusnya alumni S2 menciptakan peluang kerja
Jadi…siapa yang akan dipilih oleh warga Metropolis. Attention - perhatian, destiny - takdir, dibalik maka takdirnya hanya untuk diperhatikan (dipilih merupakan pilihan yang ke….)
Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun
Wallahu A’lam bishowwab
Donald Dustbin
No Comments »
(KESUKSESAN) KITA?
Tahukah Anda bahwa Orang - Orang Indonesia telah mendunia, baik secara pribadi maupun secara hasil karya
Berikut Faktanya
Pemain NBA telah ada yang berasal dari Indonesia
1. Gary Payton asal dari Paiton, Probolinggo
2. Dikembe Mutombo, asal dari Lembuak Kebon, Narmada, NTB
3. Kareem (Karim) Abdul Djabbar, Betawi Bekasi keturunan Arab
Maka, berbahagialah Kita semua, di sela-sela kerinduan kita akan atlet berprestasi dunia, kita tetap bisa ada dan tampil (maksudnya terwakili tampil tanpa disengaja)
Itu belum seberapa, lihat beberapa hasil alat-alat atau produk Indonesia yang mendunia
1. Indomie, dari Indofood, grup Salim
2. Valvoline, berasal dari orang barat yang keturunan, jawa “oline katup”. Sewaktu individu tersebut kebingungan mencari alat untuk melumasi katup mesin keretanya.
3. Joyko, alat bantu kegiatan tulis menulis, seperti pemotong kertas dan lain-lain, yang dibuat oleh seorang WNI keturunan Tionghoa yang tinggal di Sawahlunto. Sekedar informasi, ketika ia kesulitan untuk menjepit kertas-kertas yang ia dapat dari bossnya dikantor Tambang Batu Bara Ombilin. Joyko asalnya dari Jo iko, atau dengan ini
Jadi kenapa masih minder jadi orang INdonesia, pencapaian kita spektakuler kok!
O ya, ada satu yang luar biasa dan terlupakan
4. Kita juga adalah negara nomor satu di dunia (kabarnya juga bakal nomor satu di akhirat) sebagai negara TERKORUP di dunia.
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN
Cheers
Donald Dustbin
No Comments »
INDONESIA USAI?
Menurut data statistik di BPS, sebagian besar penduduk Indonesia adalah muslim atau beragama Islam.
Menurut ajaran Islam, salah satu Rasul dan Rasul terakhir, yang jadi panutan utama adalah Nabi Muhammad SAW
Menurut cerita dan sahibul hikayah, usia Nabi Muhammad SAW adalah 63 tahun.
Menurut kenyataan, mengingat kebanyakan orang Indonesia beragama Islam, maka tidak menutup kemungkinan, usia Indonesia (baca Republik Indonesia)adalah 63 tahun.
Merujuk ke paragraph di atas, maka… bukan mustahil 17 Agustus 2008, adalah saat - saat terakhir kita bernaung di Republik Indonesia
Maka
1. Berbuatlah terbaik untuk Republik Indonesia, mumpung Ia masih ada
2. Nikmati, dan keruklah segala hal yang dapat Anda kejar dari Republik Indonesia, mumpung Ia juga masih ada
3. Siapkan pilihan Anda selanjutnya (baca pelajari tentang negara lain, siapa tahu ada pilihan yang lebih baik)
No Comments »
HOT NEWS!!!!!!!
DIBUKA TPU
TERBESAR
DI DUNIA!!!!
Dear all, seberkas harapan mengembang diufuk,
UFUK KEMATIAN.
Sebuah Tim Besar yang dikelola oleh SBY – JK berencana akan mengembangkan TPU (Tempat Pemakaman Umum) terbesar di dunia.
Lokasi TPU tersebut berada di antara samudra Pasifik dan samudra Hindia dan di antara dua benua, yaitu diantara Asia dan Australia.
Sayangnya, menyesal sekali untuk saya katakan, TPU itu berada dan bernama INDONESIA…Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, dan entah, karena beruntung atau tidak beruntung, kita adalah
penghuni pertama TPU tersebut.
Sebagai bentuk keseriusan SBY – JK,mereka, dengan dibantu beberapa orang “staf ahli” sedang mencoba membentuk tim tangguh untuk membantu mulai dari perencanaan, eksekusi, pemasaran hingga hitung - hitungan break event point atas proyek tersebut….
Nantikan… terbentuknya tim tersebut dan peluncuran besar-besaran proyek TPU TERBESAR DI DUNIA, pada…RESHUFFLE KABINET TAHAP AKHIR (baca; akhirnya gitu – gitu doank) dan menyesalnya…saya beserta sekitar dua ratus juta lebih penduduk Indonesi, telah menjadi ……..MA Y A T — M A Y A T H I D U P.
Oya, Pijakan Intuitif atas proyek ini adalah penegasan JK bahwa untuk 2009, SBY harus memulai kampanye dengan “Apa yang telah saya lakukan, bukan lagi apa yang saya akan lakukan”, padahal mereka berdua satu paket. Konyol kan !? Dan yang paling penting, apabila proyek TPU Terbesar di Dunia ini berhasil, …… maka ini adalah apa yang akan diutarakan oleh SBY pada 2009…
Kira – kira bunyi kampanyenya sebagai berikut…. “Sebagai gambaran tentang keberhasilan saya, atau apa yang telah saya lakukan pada periode saya; tentu dengan dibantu TIM TANGGUH yang saya MILIKI, saya telah berhasil menciptakan TPU TERBESAR DI DUNIA. Coba Anda cari, mana ada di dunia ini, TPU yang sebesar dan seluas Indonesia ”….
Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun
Kritik, Saran, Celaan, Ejekan atau Amukan (ORAL) dapat diemail ke donalddustbin@yahoo.com.
(Maaf tidak menerima pujian, karena itu cuma HAKNYA TUHAN YME)
1 Comment »
Posted by: donalddustbin in Komunikasi Ala Kadarnya, Politik Praktis, tags: BBM, DPR, JK, Ketiadaan, Korupsi, Pemerintah, Politik, Politik Praktis, SBY
Rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang Insya4JJ dan Puji Tuhan saya cintai, ijinkan saya berkeluh kesah di sini, andai Anda sekalian tidak dapat menerimanya, mohon dengan hormat jangan membaca, apalagi meminta orang untuk membacakannya untuk Anda. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, selalu bersama Anda. Terus terang, saya bingung, belakangan ini, entah karena keterbelakangan saya sehingga saya bingung, atau karena belakangan ini saya mencoba untuk menjadi orang yang tidak terkebelakang…entahlah…
Saya bingung ketika kita ribut-ribut mengenai kenaikan BBM, pengurangan subsidi bagi Rakyat sementara ada kenaikan tambahan tunjangan bagi DPR. Lha, apa itu bukan konsekuensi logis, menaikkan BBM bisa “dikejar” tidak hanya oleh para penerima Bantuan Langsung Tunai, melainkan juga oleh DPR. Pemerintah tentu akan lebih sulit “mengambil hati DPR” daripada “mengambil hati rakyat. Lha wong mengambil hati rakyat itu mudah…Setahun bermanis-manis, atau menjadi pihak yang dikucilkan…setahun sebelum pemilu tentunya…pasti dikasih hati sama rakyat. Percayalah…bangsa kita benar-benar manusia paling sejati seantero jagat! Mau bukti, orang Arab bilang wa ma summiya-l insan illa linisyaani, yang maaf kalau tidak salah1,jelas tidak ada yang bisa mengakui dirinya manusia sejati, sekalipun punya ilmu segudang, kalau ia tidak pernah lupa. Alhamdulillah orang-orang kita pelupa, jadi orang-orang kita (sungguh, boleh Anda baca, bangsa Indonesia) adalah manusia dalam artian yang sesungguh-sungguhnya…gile bener…. Mengambil hati anggota Dewan, itu lain ceritanya…lha wong mereka representasi rakyat….maka presentasi mereka harus diapresiasi dengan present juga (baca hadiah). Harrrri ginneh masih nyari nyang gratisan…aaammmiiitttt-aaammmiiitttt2
Bingung dengan keadaan negara…tidak perlu…. Setidaknya kita pernah mendengar atau membaca, ketika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggu saja kehancuran…. Nah kenapa kita mesti bingung memikirkan negara, toh kita sudah melihat ada orang yang meneriakkan kebenaran perubahan harga BBM, tanpa ia mengetahui kebenaran tentang perubahan harga BBM itu sendiri, apa itu tidak pertanda kehancuran…. Ndilalahnya, ketika ada koreksi, mudah sekali bersembunyi dibalik “tidak semua kebaikan itu dapat diapresiasi dengan kebaikan pula”. Jujur saja, seingat saya, kalo sorga itu ada, tidak ada persyaratan masuk sorga yang menyiratkan - mohon dikoreksi kalau saya salah – kewarganegaraan Anda, suku bangsa Anda, titik tolak penilaian kan perilaku kita(?). Tetapi jika tulisan ini juga tetap salah, percayalah itu lebih baik daripada berdiam diri…he…he….he.
Perihal korupsi yang merajalela, pungli dan pembalakan liar. Pernah gak sih kita kepikiran bahwa seseorang yang korupsi itu karena ia ingin mensejahterakan istrinya; minimal dapat ikut arisan sesama tetangga di komplek mereka tinggal, yang kebetulan diadakan di Hongkong? Melakukan pungli karena takutnya anaknya tidak bisa membayar ongkos hidup di NTU?, atau membalak hutan karena takut anaknya tidak dapat melakukan penelitian di MIT? Jujur saja, niat itu dapat dianggap mulia kan!? Tidak ada yang salah dengan niatnya…tul? Kalau ada yang salah itu cuma kelakuannya saja, tidak lebih, dan kelakuan itu bukankah bagian dari aktivitas seseorang untuk menemukan jati dirinya, lalu…dibiarkan saja? Tidak…jangan dibiarkan…. cukup kalau kita tahu, doakan saja istri atau anak orang tersebut, meninggal dunia, minimal kecelakaan pesawatlah, yang nilai asuransinya tinggi. Kalau itu terjadi…saya yakin ybs3 tidak merasa perlu untuk melakukan ketiga hal tadi, kecuali kalau ia menikmati ketiga hal di atas, sesungguhnya kenikmatan tiap-tiap orang itu pasti berbeda, dan tidak akan ada orang yang ingin diganggu saat-saat ia merasakan kenikmatan… Jadi, biarkan saja, tho masuk surga atau nirwana sendiri-sendiri, yang bisa kita lakukan secara berjamaah itu hanya ada di dunia, mulai dari sholat hingga korupsi, tapi masuk surga…yang maaf bin maaf, kagak asyik aja kalau berjamaah…
Coba Anda bayangkan, ketika Anda telah jungkir balik berbuat kebaikan di dunia, tiba-tiba hitung-hitungan Anda di akhirat cuma seperti ini, (perumpamaan kata-kata Malaikat) “ Anda saya lihat sering shalat berjamaah dengan si Fulan, si Fulan kebetulan sudah masuk Surga, Anda masuk Surga saja deh, ikut dia…” Apakah Anda tidak merasa terganggu? Hilang dong harga diri Anda sebagai manusia… Atau Anda sudah berusaha menghilangkan tahi mata Anda untuk Shubuh berjamaah, tiba-tiba (lagi-lagi perumpamaan kata-kata Malaikat) Si Fulan, sudah masuk Surga, saya lihat Anda sering berjamaah dengannya, Subuh Anda tidak pernah absen nih…hebat…Tapi…nanti dulu, sebentar…sebentar… Anda Subuh karena kebetulan Si Imam itu atasan Anda, lho…kok kebetulan ya…? Nanti dulu, Anda belakangan…. Ternyata, secara kebetulan pula, Anda dicuci dulu di Neraka…alhasil yang keluar dari mulut Anda adalah…Tau gitu… Jujur saja, keberadaan pembalak liar, koruptor, pencoleng, penjahat, sebenarnya menguntungkan kita, lahir dan batin. Pertama, kita dapat merasakan bahwa kompetitor kita untuk masuk sorga itu berkurang. Bayangkan, dalam keseharian saja kita sering berkompetisi, bahkan secara tidak sehat, baik untuk jabatan, nama baik, pasangan hidup,bahkan harta. Semakin banyak orang berbuat kejahatan, mudah-mudahan menambah besar kans kita untuk mencapai paradiso tadi, tetapi kalau kita termasuk penjahat, sesungguhnya kita telah memudahkan langkah beberapa orang untuk mencapai surga, dan mudah-mudahan tetap ada pahalanya…(Anda boleh teriak Aaammmiiittt- aaammmiiittt atau Aaaaamiiiiiieeeen….terserah)
Perlu juga diinsafi, bahwa keberadaan teman-teman kita yang jahat, ternyata malah memudahkan kita melihat surga. Dari kecil seringkali kita diajarkan bahwa sorga berada di bawah telapak kaki ibu, padahal karena kelalaian ibu kita menyisihkan uang untuk beli sendal, sepatu atau krim pelembut kaki4, telapak kaki Ibu itu kasar, salahkan kalau kita menganggap sorga itu sekasar telapak kaki Ibu!?. Maka, semakin banyak orang jahat, mudah-mudahan semakin kita dapat mengidentifikasi sorga, yaitu secara minimal dengan tidak melakukan aktivitas penjahat tersebut, atau minimal kita dapat berhati-hati membedakan antara niat yang baik dan benar, dengan tindakan yang baik dan benar. Lalu bagaimana pula dengan keberadaan generasi yang akan datang? Percayalah tiap-tiap generasi, dimanapun ia berada, terutama yang berasal dari manusia, akan memiliki kemampuan hidup maupun resilience5 yang berkesesuaian dengan masa mereka, dan ingat juga dong… our future is now.
SBYJK, Sering Bohong, Ya Jelas Kualat, maka itu, saya mohon apabila ada yang ingin menyampaikan kritikan atas tulisan ini, celaan bahkan masukan yang membangun sekalipun, sesungguhnya kami tidak dapat menerimanya, apabila itu hanya dilontarkan dalam hati Anda… Selamat Iedul Fithri 1426 Hijriah, Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Taqaballahu Minna Wa Minkum Taqabbal Ya Kariem. Semoga tetap ada Sorga di dunia sana bagi masyarakat Indonesia…Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.
Kritik dan Saran atau Makian…takut cukup disms aja ke 0813-19857216.. Insya 4JJI akan saya balas dengan ucapan terima kasih…(di luar akan menjadi pembelajaran bagi diri pribadi saya>>>tx)
1 Comment »
Dear all, saya berkesempatan mencermati tulisan Gie-6 ( baca Gie-la) di www.anjingbalap.blogdrive.com dan melihat kegundahan Giela berkaitan dengan tampilan film Gie, mengambil Nicholas Saputra sebagai pemain utama (koq bukan Yogie….) dan membawa dampak yang mengharukan yaitu terdapat sekalangan rekan-rekan mahasiswa saat ini, yang “memiliki” Catatan Harian Seorang Demonstran” Gie, tanpa (menurut serapan saya dari pendapat anjingbalap@yahoo.com ), tentu siapapun dapat memperdebatkan kata “tanpa” baik kepada anjingbalap@yahoo.com maupun kepada donalddustbin@yahoo.com, dan itu masalah nanti. Sebelumnya terjadinya nanti, maka saya perlu beberapa hal tentang kegalauan akh (akh.. ukh… bayangkan menyuarakan kata-kata tersebut sebagai kata-kata yang keluar saat Anda coitus) Yogie sebagai berikut :
1. Dunia film adalah dunia hiburan, yang lebih banyak (untuk Indonesia) mempertimbangkan hitung-hitungan ekonomi dalam pembuatannya, dan ini sah. Sehingga tidak perlu mengharapkan yang berlebihan dari dunia ini (prediksi saya hingga 20 tahun ke depan), terutama idealisme “mencerdaskan” – secara rata-rata – tidak akan ada dalam masa itu pada dunia ini. Keberadaan Garin Nugroho, sesungguhnya adalah “penyemangat untuk tetap bertahan hidup” bagi segolongan yang memiliki pengertian bahwa perfilman adalah kerja seni, tidak semata-mata industri, yang perlu dipelajari dengan seksama. Pendapat saya mengatakan bahwa industri membutuhkan inovasi, sementara dalam seni, keberadaan inovasi adalah hal yang niscaya.
2. Mohon pengertian dan kebijaksanaan kita untuk mencermati bahwa saat ini, amat sulit mengajak sebagian besar kaum muda kita untuk dapat berfikir secara memadai, apalagi filosofis. Kemungkinan besar pijakan rekan-rekan muda kita adalah kita ada di dunia nyata, sehingga mari berfikir untuk yang nyata. Sebagai analogi, ada buku adalah untuk dibaca (pribadi), difahami isi dan diambil manfaatnya (penikmat wacana) sebagai simbol status sosial (kolektor) aksesoris (gila hormat, orang yang berfikiran sederhana; boleh dibaca sempit). Lalu bagaimana dengan isi, sesungguhnya isi dari buku adalah realitas yang lain, ia bukan suatu realitas yang alami, dan ini (semi) tidak nyata, sehingga untuk apa berkutat dengan hal yang samar-samar sementara kebutuhan kita di dunia (seringkali) bersifat nyata.
3. Sebaiknya, jangan terlalu sering memperbandingkan keaadaan masa lalu dengan masa kini, sebab hal itu dapat membuat kita selangkah lebih maju untuk bunuh diri (baik fisik maupun psikis) . Tiap masa memiliki atmosfir yang – secara tidak langsung merupakan pemenuhan – atas kebutuhan masa itu. Dalam hal ini Soekarno. Mohammad Hatta, Parangtopo, Soedjatmoko, Guruh Soekarno Putra, Garin Nugroho dan banyak nama lain yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, karena keterbatasan ingatan saya dan atau karena keberadaan mereka yang amat bersifat lokal (suatu hal yang dalam PKS dianggap sebagai bentuk tawadhu’)adalah mereka yang kebetulan diberi kesempatan untuk mengenalkan tentang atmosfir yang berbeda,dan boleh jadi berkesesuaian dengan atmosfir dunia yang ada, tapi masih belum mendapat tempat di Indonesia. Maka, ketika kita memperbandingkan zaman kita, yang maaf ketika memakai kaus saja (apalagi membaca buku) kita mengetahui Kenapa kita harus memakai kaus tersebut, termasuk harus mengetahui isi (baik berupa gambar maupun tulisan) dari Kaus yang kita pakai itu. Pada saat ini, segala yang ada di Indonesia lebih bersifat instan, dan fikiran kebanyakan dari kita adalah “how to bukan why”. Atmosfir yang hidup pada saat ini adalah hal tersebut, kita tidak mungkin menegasinya. Atmosfir yang hidup pada masa kita maupun masa kini, keduanya memiliki landasan filosofis masing- masing, dan sah untuk mempertahankan hidupnya, tetapi saya ingin mensitir Juwono Sudarsono yang mengatakan idealisme absolut adalah awal dari suatu anarki.
4. Terakhir, Filosof tidak pernah memperdebatkan (lebih tegas lagi membenarkan, dengan bahasa PKB membela) produk mereka. Hal ini perlu saya kemukakan apabila ada keinginan sebagian dari kita yang ingin anak-anak zaman sekarang berfikiran atau berfilosofi seperti orang masa lalu (untuk anjingbalap@yahoo.com seperti Soe Hok Gie) Produk seorang filosof adalah wacana, sehingga ia meniscayakan pemikiran ulang, terutama bagi pihak lain selain pemilik produk tersebut. Lalu, apabila ada orang lain yang memperdebatkan “pendapat atau wacana” yang ia miliki, sesungguhnya, apa yang ia debat bukanlah pembelaan atas pikiran dirinya, melainkan argumentasi yang dikemukakan oleh pendebat, dan hal ini berlaku sama bagi mereka yang mendebat. Pendebat filosof secara ideal tidak akan pernah mengamini apabila dianggap mereka membela pemikiran mereka, melainkan mempertanyakan argumentasi dari pendapat (wacana) dari si Filosof. Lalu, tidak perlu merasa bahwa Soe Hok Gie(apalagi hingga meminta maaf) akan risau karena wacana yang ia kembangkan dianggap semata-mata hanya sebagai aksesoris populis, itu kalau kita menganggap Soe Hok Gie sebagai Filosof, atau yang ia utarakan adalah produk filsafat. Tapi, apabila kita menganggap bahwa trend membawa buku tanpa memahami isi adalah sebagai hal yang filosofis, maka kita harus memaafkan diri untuk tidak melihat ke belakang, atau ke masa kita dahulu.
5. Penutup, berfilsafat amat mudah, dan tidaklah merugikan bagi orang lain, tetapi apabila kita bunuh diri karena berfilsafat, itu bukanlah bagian dari kekacauan filsafat, tetapi kekacauan diri kita dalam mencoba mengejar filsafat. Berikut analogi mengasyikan yang mudah-mudahan dapat menggairahkan kita semua dalam berfilsafat.
a. Apabila Anda telah bersuami atau beristri, ingatlah saat kita memperhatikan detail dari tubuh pasangan kita, detail tentang cara ia melakukan senggama, atau menjawab senggama kita, memperhatikan bagaimana asyiknya permainan, memahami kapan ejakulasi dengan seksama, sehingga setelah coitus terdapat kebahagiaan bersama yang bersifat lama. Penghargaan kita akan hal tersebut sesungguhnya adalah tindakan filosofis, maka jadikan ia analogi dalam kehidupan sehari-hari, asyik kan!?
b. Apabila Anda belum bersuami atau beristri, tapi pernah coitus, bayangkanlah detail coitus Anda dengan mengesampingkan ganjaran dosa atas tindakan tersebut. Perhatikan tiap detailnya, saat rayuan, cumbuan hingga coitus yang melenakan, hingga Anda melupakan ganjaran. Tindakan Anda adalah filosofis, terutama apabila Anda meyakini (minimal) kesenangan yang dihasilkan memang untuk dinikmati sesaat. Lakukan itu untuk keseharian hidup Anda.
c. Apabila Anda masih remaja, bayangkan nikmatnya bermain-bermain dengan tubuh Anda secara mandiri, maupun bersama-sama. Detail, sehingga Anda dapat mendapatkan kenyamanan yang memadai. Atau apabila hal itu Anda anggap tabu, bayangkan ketika Anda “trance/ecstasy” dalam menghadap Pencipta Anda. Hal ini dapat Anda coba cermati dari cara bersembahyang/berdoa Anda (baik di Masjid, Musholla, Gereja, Pura dan lain-lain). Nikmati berhubungan dengan Pencipta Anda, dan saat Anda dapat menikmatinya, ingatlah pengalaman tersebut, dan begitulah filsafat, maka lakukanlah dalam keseharian!
Note
Penulis tidak akan pernah dapat mengapresiasi opini (sekalipun membangun) kritikan atau apapun itu yang dilakukan oleh pembaca di dalam hatinya. Diskusi terbuka akan menarik, dan dapat dilakukan via SMS ke 0813-19857216.
Penulis menghargai pengakuan dari pihak ketiga yang mengutip isi dari tulisan maupun blog penulis sebagai tindakan yang luar biasa manusiawi.
Penulis, tidak akan pernah dapat bertanggungjawab atas dampak dari tulisan ini kepada siapapun yang membacanya, sehingga kecerdasan dalam bertindak untuk memutuskan membaca atau tidak membaca tulisan ini ada dalam diri Anda. Dan apabila Anda terlanjur membaca tulisan ini, sesungguhnya, Anda telah terjerumus dalam dunia tak berujung….selamat…. Inna Lillahi wa Inna ilaiHi Rojiun.
11 Agustus 2005
2 Comments »
|