Posts Tagged “Keniscayaan”

Agama itu…
penciptaan TUHAN YMEAgama itu…
ADI KARYA TUHAN YME Ke2 Setelah Manusia

Agama itu…
Penjara bagi mereka yang merasa terkekang dengan keberadaannya

Agama itu…
Kunci kebebasan bagi mereka pengikut setia dan berakal

Agama itu…
Permainan Akal

Agama itu…
Alat pencari dukungan bagi politisi

Agama itu…
Alat pencari uang bagi para pengkhotbah atas namanya

Agama itu…
Bisnis menggiurkan kedua setelah bisnis syahwat

Agama itu…
Alat untuk perang

Agama itu…
Kunci kedamaian

Agama itu….
Pembatas antara Kemauan dan Kemaluan

Agama itu…
Permainan sejarah ketidakberdayaan manusia di bumi

Agama itu…
sarana hitung-hitungan baik dan buruk

Agama itu…
Alat cuci nama

Agama itu…
Pemberdaya yang paling ampuh

Agama itu…
Pemerdaya nomor satu

Agama itu…
Bahan tertawaan di saat khotbah atau ceramah

Agama itu…
Bahan renungan di cafe, bar, atau diskotik

Agama itu…
Sesuatu yang nama pemiliknya sering disebut kala setubuh

Agama itu…
Sesuatu yang nama pemiliknya sering disebut kala lara

Agama itu…
Rangkaian data

Agama itu…
Rangkaian Fakta

Agama itu…
Kombinasi rangkaian data dan fakta

Agama itu…
Manipulasi rangkaian data dan fakta

Agama itu…
alat pembenar di kala putus asa

Agama itu…
alat penyemangat di kala berusaha

Agama itu…
permainan otak, bukan kotak

Agama itu…
permainan akal, bukan akal-akalan

Agama itu…
tantangan tak pernah habis bagi mereka yang mencoba menggunakan akal

Agama itu…
hiasan yang memabukkan dan memalukan bagi mereka yang tak menggunakan akal

Agama itu…
sedianya permainan keteraturan

Agama itu…
sesuatu yang dimulai dari keberadaan ketidakaturan

Agama itu…
Milik-NYA ; dengan apapun IA disebut

Agama itu…
Bumerang mematikan dan berkah luar biasa bagi manusia

Agama itu…
jalan hidup bukan alat untuk hidup

Agama itu…
Permainan yang diciptakan-NYA
untuk
diamini manusia
dinikmati manusia
disesali manusia
diperdayai manusia
diberdayakan manusia

Agama itu…
Dengan apapun itu disebut…
boleh jadi…
sebuah… K e n i s c a y a a n




bier 1b
12092007

Comments 1 Comment »

Tanggapan atas seorang penulis cerpen Fiyan Arjun ; paman_sam2@yahoo.com

http://sebuahrisalah.multiply.com

Mohon kunjungi alamat ini, atau membaca cerpen yang Ia tulis, sebelum Anda membaca cerita saya, thanks.

Assalamualaikum Wr Wb Dear Fiyan, saya baru membaca sekali cerpen Anda. Sejujurnya saya tidak memiliki penilaian yang masuk akal untuk saya utarakan, karena baru sekali membaca, tetapi, kebetulan saya seorang DO-er (drop out)er dari FSUI (sekarangFIB), mungkin ada beberapa celoteh, yang boleh didengar ataupun dilecehkan.

1. Pembelajaran saya, cerita adalah sesuatu yang bebas, ia hidup dan dihidupkan oleh pengarang, sementara pembaca, menghidupkan cerita dengan latar belakang yang dimiliki oleh sang pembaca, maka, permainan kebenaran atau kebaikan atau keburukan atau apapun namanya dari suatu cerita, adalah semata-mata sebuah permainan.

2. Cerita tidak pernah baik atau buruk, apalagi salah atau benar. Pengarang tidak pernah baik atau buruk. Pembaca tidak pernah baik buruk. Aturan main ada pada proses, apalagi cerita merupakan sebuah tuturan yang dituliskan, makaapa yang ada ceritakan adalah sebuah cerita mandiri. Ketika proses pembuatan itu memang ANDA NIKMATI maka ia adalah suatu cerita. Entah itu Cerpen, puisi, bahkan Joke Kotor sekalipun.

3. Cerita adalah ekspresi kebebasan ilahiah, yang Ia titipkan kepada si pembuat cerita untuk dinikmati proses pembuatan cerita, dengan segala kekurangan atau kelebihan pada proses tersebut, pada bagian lain, Ia juga menitipkan kenikmatan yang sama pada proses pembacaan, penuturan ulang, pengkritisan atau penelaahan hingga pelecehan.

4. Bercerita, maka adalah suatu karunia, siapapun perlu mensyukurinya, permainan apakah itu cerpen atau bukan, sajak atau bukan, cerita bersambung atau bukan, boleh jadi semata-mata pilihan yang dititipkan kepada manusia.

5. Boleh jadi, kejujuran dalam bercerita adalah ANDA HARUS MENIKMATI PROSES PEMBUATAN CERITA ITU SENDIRI, tapi itu boleh jadi. Maka, ketika pembuatan itu Anda lakukan, dan Anda hanya mengharapkan itu sebagai perwujudah manusiawi yang harus Anda kerjakan sebagai bentuk proses kesyukuran Anda atas karunia-NYA, maka apapun bentuk cerita, dan kritik atas cerita, harus Anda sikapi sebagai permainan manusiawi, yang bagian dari perwujudan Ke-Ilahiah-An yang MAHA AGUNG.

6. Berceritalah, dalam bentuk dan dengan apapun, sungguh, ketika Anda membatasi cerita Anda dengan penamaan tertentu, sesungguhnya pembatasan itu hanya akan mengecilkan karunia DIA yang sedang Anda syukuri.

7. Selamat bercerita, bebaskan diri Anda bercerita, Niatkan sebagai bentuk kesyukuran, syukur2 menjadi penebar hikmah atau minimal menghibur sesama.

Sebagai bentuk sebuah cerita, izinkan saya kutipkan alamat multiply Anda, dan saya juga cantumkan cerita saya ini dalam blog saya, baik dalam blogspot maupun friendster. Tulisan Anda, saya berikan dalam bentuk link aja.

Wallahu A’lam bishowwab

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun Terima kasih

Wassalamualaikum

Comments No Comments »

Ini adalah cerita

Suatu ketika , seorang Raja meminta kepada para menteri dan punggawanya, untuk membawakan seorang perempuan yang cantik, bijaksana, pemaaf, dan segala-galanya. Waktu yang diberikan cuma seminggu. Apabila gagal, para menteri akan dihukum gantung dan punggawa dihukum rajam.

Semakin lama, semakin dikit waktu tersisa, para menteri beserta punggawa belum ada yang menemukan jawaban. Alkisah ,salah satu dari mereka tanpa sengaja menceritakan hal ini kepada salah seorang tukang kebun istana. Tukang kebun, yang lugu dan tidak bisa baca tulis, memberikan sebuah kitab suci, sambil berkata “Inilah jawaban bagi Sang Raja”

Sang menteri tertegun, berusaha mencerna apa yang dikatakan si tukang kebun. Tukang kebun, tertawa, keheranan melihat keterbelalakan sang menteri. Ia berkata, Tuan, sebagaimana yang Anda tahu, saya tidak bisa baca tulis, tapi saya tahu, bahwa ini adalah kitab suci saya.” Saya hanya dapat memandanginya, sambil berharap ia memandangi saya juga, saya tidak dapat memahaminya, maka saya akan mengganggap ia adalah sesuatu yang ideal. Ia tidak menggurui, karena saya belajar hanya dari memandang dirinya, Ia tidak menghardik, karena saya tidak dapat berbuat lebih, kecuali menyentuhnya. “

“Tapi, potong si Menteri, bukan kah Raja, bahkan saya sendiri dapat membaca dan menulis?” . “Betul, jawab tukang kebun. Karena Anda sekalian dapat membaca kitab suci, dan mahir menuliskan ulang isinya, Anda sekalian kehilangan kecantikan dirinya. Karena kemahiran Anda tersebut, Anda lupa mengingat, bahwa sesungguhnya, Ia adalah teman sejati Anda.”

Bergegas sang Menteri menghadap raja, mempersembahkan kitab suci, dan selamatlah para menteri serta punggawa kerajaan tersebut.

Donald Dustbin, 11-8-2007

Comments 1 Comment »

Perihal Kekalahan PKS di Depok

Kekalahan PKS yang amat dramatis dan tragis merupakan pembelajaran politik yang amat berharga bagi semua kalangan masyarakat Indonesia, terutama bagi internal PKS sendiri. Kekalahan PKS sebenarnya merupakan hal yang sangat wajar, sebab hal ini merupakan puncak dari ketidaksiapan PKS dalam menghadapi kompetitor, sekaligus incumbent di Kota Depok.

Berikut beberapa gambaran dari ketidaksiapan PKS untuk menang di Depok,yang nota bene merupakan basis PKS di Jawa Barat, bahkan boleh jadi di Indonesia. Tentu, apa yang saya ungkap hanya apa yang dapat saya amati, siapapun boleh menambah atau mengurangi point-point yang akan saya sampaikan sebagai berikut :

  1. Salah menghitung terdiri dari beberapa hal penting, yaitu :

  1. Menghitung kemungkinan menang berdasarkan hasil PEMILU legislatif . Pada pemilu legislatif, PKS mendapatkan 22% suara, terbesar di Depok. Pernyataan ini saya dapatkan dari salah seorang anggota DPC PKS Pancoran Mas, dan saya bantah bahwa apabila ini menjadi dasar penghitungan mereka untuk memenangkan PILKADA, merupakan kesalahan yang fatal.

  2. Menghitung calon walikota yang akan diusung. Tanpa bermaksud mengintervensi internal PKS (yang maaf, sudah terlalu sering diintervensi, tapi karena “kepatuhan” tanpa pamrih kepada pemimpin, selalu kejadian ini dinegasi oleh para “pengikut” PKS), pemilihan Nur Mahmudi, mencederai kader yang memiliki keterikatan memadai dengan Shaleh Martapermana, salah seorang alumni P3 yang kemudian berjuang membesarkan PKS di Depok, yang secara kebetulan “sempat mengamini” untuk dipinang oleh Badrul Kamal. Shaleh sempat dihembuskan berbeda pendapat secara radikal dengan ikhwan-ikhwannya di DPD. Tentu hal ini sulit dibuktikan oleh orang luar, tetapi sebagai gambaran sederhana saja, sepengetahuan penulis, pengajian internal (liqa’) yang diadakan di rumah Shaleh saat ini sudah berhenti (salah seorang anggota pengajian tersebutnya menyebutnya dengan “bubar”)

  1. Promosi yang salah, meliputi beberapa hal seperti:

  1. Media promosi yang menyatakan “saatnya melayani warga depok” (maaf agak lupa secara pasti, tapi intinya seperti itu).Pernyataan ini agak membingungkan sebab baik Nur Mahmudi maupun Yuyun keduanya adalah warga Depok. Keduanya tinggal di Depok tetapi tidak pernah melayani warga Depok, bagaimana bisa? Mungkin saja, sebab selama ini memang mereka belum pernah melayani, sekalipun Yuyun pernah jadi birokrat di lingkungan Pemda Kota Depok, ia hanya melayani atasan, bukan masyarakat. Tapi bagi Nur Mahmudi yang mantan menteri, ketika ia melayani masyarakat Indonesia, tapi tidak melayani Depok, sepengetahuan saya Depok belum pernah kepikiran mau merdeka atau melepaskan diri dari NKRI, apa gak salah tuh!

  2. Poster yang seakan-akan berbunyi 5 Tahun siap melayani pilihan warga Depok. Idealnya mungkin poster ini harus dibaca Nomor lima Pilihan Warga Depok. Nomor Lima Siap melayani warga Depok. Tapi alhasil, karena kecerobohan (kebodohan) dalam membuat desain grafis, justru yang akan terbaca oleh orang lain adalah 5 (nomor 5 ) siap melayani warga Depok siapapun yang jadi walikotanya..gila. Untuk hal ini pernah saya ujikan dalam perjalanan saya di S16, rata-rata mereka yang saya minta untuk membaca poster tersebut, membacanya dengan apa yang saya utarakan tadi. Bayangkan… persetan siapapun pemimpin Depok, pasangan Nur Mahmudi dan Yuyun siap melayani mereka (lho…?)

  1. Tidak mencermati langkah lawan. Secara sederhana tiap-tiap calon kandidat memiliki tim yang harus mencermati langkah dan tindakan lawan. Termasuk dalam hal persiapan PILKADA yang carut marut dan boleh jadi rentan intervensi, pihak PKS Depok lupa diri. Sebagai contoh sederhana mereka lupa mengingatkan kepada anggota mereka untuk mencermati program Pantarlih. Baru ketika pantarlih ditutup mereka (ikhwan PKS) teriak-teriak untuk membuka pendaftaran pantarlih tambahan, padahal seharusnya hal ini telah mereka sosialisasikan hingga ke DPRa yang ada di Depok, alhasil ini merupakan modal bagi kompetitor Nur Mahmudi menghantam balik. Secara sederhana KPUD sudah tidak taat asas waktu yang telah disepakati untuk kegiatan PILKADA

  2. Kata orang Arab, Lisaanul Aqil fi qolbihi wa qolbu-l-jahil fi famihi, artinya kurang lebih begini, Mulut orang yang berakal ada di hatinya, tapi hati orang yang bodoh ada di mulutnya. Pernyataan Nur Mahmudi untuk mengaudit segala tindakan ataupun kebijakan yang ada di Kota Depok, jauh sebelum ia dilantik, merupakan tindakan yang berlebihan. Perlu disadari bahwa penyelewengan dalam suatu pemerintahan (terutama di Depok) boleh jadi merupakan hal yang niscaya. Pernyataan itu, secara tidak langsung menekan kompetitor untuk berhasil memenangkan PILKADA guna mengamankan kebijakan yang telah ia bangun dengan susah payah, bergelimang keringat (tidak hanya uang). Kemenangan Badrul Kamal, membuat upaya dirinya dalam mengamankan kebijakan Kota Depok yang telah ia rancang semakin lancar. Tentu, kita dapat mempersoalkan tentang kebijakan apapun, tiap kebijakan pasti mengandung unsur kontroversi. Tetapi kehadiran Hypermart (Grup Matahari), hampir berhadap-hadapan dengan Giant (Grup Hero), lalu jarak 1,5 km ada Carrefour (kesemuanya di Margonda) dan 1 km dari Carrefour ada Alfa (Grup Sampoerna) apakah tidak dapat dianggap sebagai indikator kebijakan yang tidak tepat (boleh dibaca salah). Kalau masih belum jelas, empat Hyper Market berada dalam satu kawasan yang berdempetan, apa tidak salah, untung GORO sudah tutup, kalau belum tentu jumlah hypermarket untuk Kecamatan Pancoran Mas dan Beji menjadi lima. Sayangnya Om Nur, mulutmu Harimau mu, jadi sekarang cukuplah bersabar.

  3. Di bayar berapa? Mau pintar koq mahal…tanya kenapa? Mungkin kalimat dari iklan Sampoerna cukup mewakili, bahwa PKS harus membayar mahal kesempatan yang ada dan terpaksa terbuang sia-sia. Tetapi perlu dimengerti pula bahwa keberadaan Nur Mahmudi sebagai pemenang, amat rentan dari goncangan sana-sini, dan PKS belum dapat membantu dirinya, seandainya guncangan itu ada. Bohong kalau kita tidak mengakui Kota Depok sebagai basis massa PKS, tetapi kita juga akan berbohong kalau mengatakan bahwa PKS telah menjadi Partai Politik berpengaruh di Kota Depok. Mau bukti? Sekalipun PKS memenangi Kursi DPRD, tetap “chieftain” dari DPRD Kota Depok adalah Naming H. Bothin (Golkar)… Tanya Kenapa??????

Untuk PKS, jadikanlah ini momentum platinum bagi Anda dan Keluarga Besar (Ikhwan dan Akhwat) untuk berani mengatakan bahwa “hari gini berpolitik cuma modal liqa” adalah hal yang mengharukan.

  1. Terakhir, untuk Om Nur Mahmudi, seingat kami belum ada Calon Walikota yang gagal dan melakukan tindakan bunuh diri. Bagaimana kalau Anda sebagai pioneer? Masa kalah dengan anak kecil yang tidak sanggup menerima hinaan dari teman-temannya, berani mengambil jalan pintas (bunuh diri). Kami yakin masyarakat menunggu berita sensasional tersebut dari Anda.

Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun

NB:

Penulis tidak menerima kritikan (sekalipun membangun), masukan atau opini dari siapapun, yang diutarakan hanya di dalam hati yang bersangkutan.

Comments 1 Comment »

PELECEHAN SEKSUAL ATAU PELECEHAN SESUAI!!!???Tips Untuk Wanita  ; Membedakan Antara Pelecahan Seksual dengan Pelecehan Sesuai1.    Pelecehan Seksual
Apabila Anda adalah wanita yang  cantik, atau manis, dan menyadari kecantikan Anda sebagaimana masyarakat banyak mengagumi Anda. Tubuh Anda juga sempurna, sesempurna (boleh jadi) Pencipta Anda yang hingga saat ini, semua orang berusaha mencari tahu tentang kesempurna Dia. Anda berpakaian sopan, atau minimal berpakaian sesuai dengan tema, tempat Anda berpakaian. Kemudian, ada laki-laki yang terpesona dan menganggu Anda, berusaha menyentuh Anda, padahal (maaf) Anda merasa jijik  untuk disentuh oleh yang bersangkutan. Pada saat itu Anda telah mengalami pelecehan seksual.
Tindakan yang manis untuk Anda lakukan bukanlah dengan berteriak,tapi tampar saja lelaki  tersebut, sembari ucapkan terima kasih atas apresiasi yang ia lakukan dan atau meminta maaf karena belum dapat menerima apresiasi tersebut dengan tindakan yang lebih baik. Kemudian laporkan ke Kepolisian, dan upayakan Anda dapat bertemu langsung dengan Polwan yang ada di Kantor Polisi bersangkutan, tapi tetap Anda harus awas, bahwa tidak semua wanita dapat mengapresiasi perbedaan, apabila hal itu dikaitkan dengan kecantikan dan kesempurnaan bentuk tubuh.
2.    Pelecehan Sesuai
Apabila Anda adalah wanita yang kebetulan secara kecantikan dan bentuk tubuh adalah biasa-biasa saja, dan hal ini juga diakui secara universal keserba biasaan Anda. Anda adalah pribadi yang memahami dengan baik bahwa persaingan di dunia wanita amat “mengerikan”. Untuk itu, Anda mencoba tampil beda, pakaian yang serba  ketat, bentuk dan bagian tubuh yang terlihat, (maaf)  celana dalam yang naik pangkat ketika Anda sedang bergerak.. dan lain-lain. Kemudian ada lelaki yang mencoba menyentuh Anda, baik secara  persuasif maupun paksa.Anda melihat  bahwa lelaki tersebut tidaklah menyenangkan, maka pada saat itu Anda telah mendapatkan Pelecehan Sesuai. Pada saat itu, yang dapat Anda lakukan adalah mencoba untuk mencermati pengalaman Anda sebagai bagian dari konsekuensi tindakan Anda. Tidak perlu melapor ke Polisi, kecuali ada bekas (atau bakal ada bekas) dari tindakan tersebut, dan atau Anda memang ingin populer, sekalipun via Buser, Sergap, dan lain-lain.

3.    Pelecehan Hidangan
Anda cantik, bertubuh seksi, menggunakan pakaian yang ketat guna menambah nilai jual Anda. Dan alhasil, Anda secara tidak langsung memberikan harga atas diri Anda. Menghidangkan diri Anda kepada masyarakat luas, yang terdiri dari manusia normal dan tidak normal. Maka apabila ada pihak yang “mencicipi” Anda. Anda harus memahami dengan baik dan benar bahwa Sesuatu yang mubadzir adalah teman dari Setan, dan banyak lelaki yang memiliki prinsip adalah tidak baik untuk melewatkan hidangan yang telah ada di depan mata.. Inna liLLAHI wa inna ilaiHI roojiun

Comments 1 Comment »

Memberi maaf bukanlah pekerjaan yang mudah, sebab memberi maaf meninggalkan tantangan bagi si pemberi maaf untuk merelakan suatu perbuatan yang telah dilakukan oleh pihak lain pada dirinya. Saking sulit dan luar biasanya perbuatan memberi maaf, banyak kita dengar tentang pahala dari 4JJI SWT atas perbuatan tersebut. Tapi mari kita simak pembicaraan sederhana ini :

Agung : Aldi, maafin gua ya, gara-gara gua lu jadi kagak lulus, sumpah gua gak

maksud minjem buku lu untuk ngilangin, ape lagi sampe bikin lu kagak

lulus ujian…

Aldi : Wah berat Gung, kayaknya gue kagak bisa maafin lu, ya gimana ya…

mungkin lu kagak niat nyelakain gue, tapi kenyataan yang udeh ada pa pan kagak mungkin berobah, gue harus ngulang tuh mata kuliah atu…

Agung : Jangan gitu dong Om, 4JJI aje maapin orang-orang yang salah….

Aldi : (tanpa ekspresi) Gung, lu jangan nyamain gua ama 4JJI dong, 4JJI

mah enak, Die bise maapin orang karena Die juga bisa ngerobah

keadaan, pan kite ame-ame tau tuh, kalo Innama amruhu idza Arada

syaian an yaquulalahu; Kun fa yakuun nah kalo gue maapin lu, ape

gue bisa merobah keadaan…sumpah gue gak nyangka, loe udah

pinjem buku agama gue, kagak lo pulangin pas mau tes… eh masih

oon….

Tentunya, masing-masing pihak dapat memperdebatkan apa yang telah dibicarakan oleh keduanya, tapi, mari kita ambil sisi positif dan negatif, dari pemberian maaf yang mudah dan menganalogikannya dengan keberadaan maaf dari 4JJI SWT. Sisi negatif positif ada pada Anda sekalian, dan biarlah 4JJI membimbing kita semua dalam menentukan pilihan. Tetapi beberapa kemungkinan yang ada dan dapat saya ketengahkan adalah sebagai berikut :

  1. Pemberian maaf yang terlalu murah, dapat berakibat pada memudarnya rasa tanggungjawab dalam diri seseorang (mereka yang meminta maaf). Pada bagian ini, semakin sering ia meminta maaf, boleh jadi tidak menunjukkan kerendahan hati yang ia miliki, melainkan kurangnya rasa tanggung jawab dirinya atas perbuatan yang ia lakukan.

  2. Pemberian maaf yang terlalu murah, baik pada tataran pemberi maupun penerima, menyebabkan kata maaf kehilangan arti, sehingga pengulangan kesalahan (juga) dianggap sebagai hal yang manusiawi.

  3. Pemberian maaf yang terlalu murah, juga menyebabkan individu peminta maaf kurang waspada dalam bertindak, sepengetahuan saya, semua agama dan kepercayaan yang ada di dunia ini, mengajarkan kewaspadaan dalam hidup. Maka, pemberian maaf yang pada awalnya merupakan implementasi sederhana dari kehidupan beragama, berbalik menjadi benih penentangan (laten) atas agama itu sendiri

  4. Pemberi maaf, yang tersentuh dan memberikan maaf, sesaat setelah ia diingatkan akan Sifat Maha Maaf dari Yang Maha Kuasa, secara tidak langsung menganalogikan dirinya sebagai Yang Maha Kuasa, playing God. Perlu diingat, selain tidak dapat menciptakan nyawa, salah satu hal yang menyebabkan Fir’aun tidak dapat menjadi Tuhan yang patut disembah adalah karena ia tidak dapat memaafkan mereka yang tidak patuh atas perintah dirinya. Secara sederhana, Fir’aun terjebak (atau dijebak?) dengan konsistensi dirinya dalam mengaku-aku Tuhan. Atau, pada titik paling mengharukan, ia berusaha konsisten (hanya) untuk menjadi dirinya sendiri. Berdasarkan hal tersebut, pemberi maaf di atas, sesungguhnya jauh lebih “sesat” dibandingkan Fir’aun. Keberuntungan bagi mereka adalah, saat ini tidak ada lagi Nabi atau Prophet, sehingga mereka tidak perlu takut akan diingatkan oleh orang lain.

  5. Pemberi maaf, apabila tidak belajar dari pengalaman dirinya dalam memberikan maaf atas seseorang, sesungguhnya memicu “menjebak” peminta maaf untuk selalu terus menerus berada dalam situasi perbuatan yang salah. Peminta maaf mengganggap pemberi maaf adalah individu yang murah hati, sehingga kapan saja ia dapat meminta maaf – sekalipun atas pengulangan kesalahan yang sama – pada si pemberi maaf. Apabila pemberi maaf bermaksud mengurangi kompetisi “masuk surga” di antara manusia, boleh jadi pemberian maaf adalah hal yang baik.

  6. Pemberian maaf sebaiknya didasarkan pada pengetahuan yang memadai tentang keadaan si peminta maaf. Pemberian maaf yang membabi buta, tidak hanya memberikan “jebakan batman” bagi yang diberi maaf, tetapi juga mengikis kewaspadaan dari si pemberi maaf.

  7. Pemberian maaf yang disadari dengan baik sebagai bentuk pengakuan keberadaan 4JJI atau Tuhan Yang Maha Pemaaf, dimungkinkan sebatas tidak ada keinginan – baik sengaja maupun tidak sengaja – dari pemberi maaf untuk menjadikan dirinya sebagai “4JJI dalam bentuk yang lain” atau “Tuhan dalam bentuk yang lain”. Perlu dicermati secara seksama, pemberian maaf tidak selamanya menolong bagi mereka yang meminta maaf.

Tentu masih banyak argumentasi tentang maaf – yang saat ini berkembang di benak Anda – dan belum tercantum di sini. Pro kontra boleh terjadi, tapi satu hal yang sama-sama kita ketahui, apabila kita mencoba untuk mencari kebenaran, tetapi malah menghasilkan kebingungan, sesungguhnya jauh lebih baik daripada kita mengamini kebenaran yang tidak pernah kita ketahui alasannya. Sebagai penutup, mohon kebijaksanaan pembaca, untuk tidak mencoba mendalami tulisan ini tanpa petunjuk dari pihak yang berkompeten (baca : Pendeta, Bhiksu, atau Ulama), dan secara tegas saya sampaikan, tulisan ini tidak untuk dibaca oleh simpatisan maupun kader Partai Keadilan Sejahtera, yang hanya mengetahui agama (khususnya Islam) dari tataran buku terjemahan atau perkataan Murabbinya. Apabila ini terjadi, dan terdapat perselisihan paham, mohon dicermati sebagai bentuk keniscayaan yang timbul dari “kehausan” belajar agama yang hanya didasari oleh birahi “untuk masuk surga”… Percayalah, 4JJI atau Tuhan tidak akan memberikan surga dengan mudah, apalagi hanya dengan keteraturan membaca Al Qur’an atau Kitab Suci, tanpa mempelajari bahasa tulisan kitab suci tersebut… Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun.

Comments 1 Comment »

Aye mohon maaf, untuk semua yang akan membaca isi blog aye, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dengan matang.

1. Aye bertanggungjawab atas isi,tapi tidak dapat bertanggung jawab atas  dampak dari isi, negatif-positif adalah pilihan, Anda memilih atau tidak memilih sesungguhnya Anda tetap berada di satu antara keduanya.

2 Tidak ada kata terlambat untuk menghindari blog aye, tentukan pilihan, tentukan jalan pikiran Anda sendiri, atau Anda hanya akan ditentukan oleh sekeliling, percayalah, Anda adalah pribadi yang luar biasa…. (bisa pinter…bego…atau keblinger) terserah, yang pasti jangan pernah membuat 4JJI merasa menyesal menciptakan Anda… Amien

3. Aye tidak dapat menerima kritikan (sekalipun membangun) opini atau kegusaran yang hanya diucapkan di dalam hati Anda. Semuanya dapat terutarakan, sesungguhnya pembelajaran akan saya dapatkan (justru) setelah Anda gusar atau memaki…he…he..he… Satu syarat, karena ane belum pernah memiliki kuda, tiap perdebatan, sulit untuk aye anggap debat kusir.

4. Secara pribadi, aye mengamini bahwa tulisan adalah dunia lain, realitas tidak pernah tertulis. Hal ini perlu aye tegaskan berkaitan dengan pertanggungjawaban aye atas isi.

5. Sekali lagi,belum terlambat untuk “cabut” dan kagak pernah ngeliat blog aye… tapi kalau Anda berani mengambil resiko, percayalah mulai menghargai diri sendiri, seringkali berawal dari suatu pengambilan resiko

6. Tanpa bermaksud sektarian ” Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun”

Comments No Comments »