Ini adalah cerita

Suatu ketika , seorang Raja meminta kepada para menteri dan punggawanya, untuk membawakan seorang perempuan yang cantik, bijaksana, pemaaf, dan segala-galanya. Waktu yang diberikan cuma seminggu. Apabila gagal, para menteri akan dihukum gantung dan punggawa dihukum rajam.

Semakin lama, semakin dikit waktu tersisa, para menteri beserta punggawa belum ada yang menemukan jawaban. Alkisah ,salah satu dari mereka tanpa sengaja menceritakan hal ini kepada salah seorang tukang kebun istana. Tukang kebun, yang lugu dan tidak bisa baca tulis, memberikan sebuah kitab suci, sambil berkata “Inilah jawaban bagi Sang Raja”

Sang menteri tertegun, berusaha mencerna apa yang dikatakan si tukang kebun. Tukang kebun, tertawa, keheranan melihat keterbelalakan sang menteri. Ia berkata, Tuan, sebagaimana yang Anda tahu, saya tidak bisa baca tulis, tapi saya tahu, bahwa ini adalah kitab suci saya.” Saya hanya dapat memandanginya, sambil berharap ia memandangi saya juga, saya tidak dapat memahaminya, maka saya akan mengganggap ia adalah sesuatu yang ideal. Ia tidak menggurui, karena saya belajar hanya dari memandang dirinya, Ia tidak menghardik, karena saya tidak dapat berbuat lebih, kecuali menyentuhnya. “

“Tapi, potong si Menteri, bukan kah Raja, bahkan saya sendiri dapat membaca dan menulis?” . “Betul, jawab tukang kebun. Karena Anda sekalian dapat membaca kitab suci, dan mahir menuliskan ulang isinya, Anda sekalian kehilangan kecantikan dirinya. Karena kemahiran Anda tersebut, Anda lupa mengingat, bahwa sesungguhnya, Ia adalah teman sejati Anda.”

Bergegas sang Menteri menghadap raja, mempersembahkan kitab suci, dan selamatlah para menteri serta punggawa kerajaan tersebut.

Donald Dustbin, 11-8-2007

One Response to “Tentang Kitab Suci”
  1. Luar biasa…ente udah jadi sufi dalam artian sebenarnya??? atau
    masih pada artian “Suka fifi”..?? He3x…tapi bagus koq..lumayan kalau buat nambah2in bahan kotbah di ibadah2 agama2 monoteis atawa abrahamic religion

Leave a Reply