Tanggapan atas seorang penulis cerpen Fiyan Arjun ; paman_sam2@yahoo.com

http://sebuahrisalah.multiply.com

Mohon kunjungi alamat ini, atau membaca cerpen yang Ia tulis, sebelum Anda membaca cerita saya, thanks.

Assalamualaikum Wr Wb Dear Fiyan, saya baru membaca sekali cerpen Anda. Sejujurnya saya tidak memiliki penilaian yang masuk akal untuk saya utarakan, karena baru sekali membaca, tetapi, kebetulan saya seorang DO-er (drop out)er dari FSUI (sekarangFIB), mungkin ada beberapa celoteh, yang boleh didengar ataupun dilecehkan.

1. Pembelajaran saya, cerita adalah sesuatu yang bebas, ia hidup dan dihidupkan oleh pengarang, sementara pembaca, menghidupkan cerita dengan latar belakang yang dimiliki oleh sang pembaca, maka, permainan kebenaran atau kebaikan atau keburukan atau apapun namanya dari suatu cerita, adalah semata-mata sebuah permainan.

2. Cerita tidak pernah baik atau buruk, apalagi salah atau benar. Pengarang tidak pernah baik atau buruk. Pembaca tidak pernah baik buruk. Aturan main ada pada proses, apalagi cerita merupakan sebuah tuturan yang dituliskan, makaapa yang ada ceritakan adalah sebuah cerita mandiri. Ketika proses pembuatan itu memang ANDA NIKMATI maka ia adalah suatu cerita. Entah itu Cerpen, puisi, bahkan Joke Kotor sekalipun.

3. Cerita adalah ekspresi kebebasan ilahiah, yang Ia titipkan kepada si pembuat cerita untuk dinikmati proses pembuatan cerita, dengan segala kekurangan atau kelebihan pada proses tersebut, pada bagian lain, Ia juga menitipkan kenikmatan yang sama pada proses pembacaan, penuturan ulang, pengkritisan atau penelaahan hingga pelecehan.

4. Bercerita, maka adalah suatu karunia, siapapun perlu mensyukurinya, permainan apakah itu cerpen atau bukan, sajak atau bukan, cerita bersambung atau bukan, boleh jadi semata-mata pilihan yang dititipkan kepada manusia.

5. Boleh jadi, kejujuran dalam bercerita adalah ANDA HARUS MENIKMATI PROSES PEMBUATAN CERITA ITU SENDIRI, tapi itu boleh jadi. Maka, ketika pembuatan itu Anda lakukan, dan Anda hanya mengharapkan itu sebagai perwujudah manusiawi yang harus Anda kerjakan sebagai bentuk proses kesyukuran Anda atas karunia-NYA, maka apapun bentuk cerita, dan kritik atas cerita, harus Anda sikapi sebagai permainan manusiawi, yang bagian dari perwujudan Ke-Ilahiah-An yang MAHA AGUNG.

6. Berceritalah, dalam bentuk dan dengan apapun, sungguh, ketika Anda membatasi cerita Anda dengan penamaan tertentu, sesungguhnya pembatasan itu hanya akan mengecilkan karunia DIA yang sedang Anda syukuri.

7. Selamat bercerita, bebaskan diri Anda bercerita, Niatkan sebagai bentuk kesyukuran, syukur2 menjadi penebar hikmah atau minimal menghibur sesama.

Sebagai bentuk sebuah cerita, izinkan saya kutipkan alamat multiply Anda, dan saya juga cantumkan cerita saya ini dalam blog saya, baik dalam blogspot maupun friendster. Tulisan Anda, saya berikan dalam bentuk link aja.

Wallahu A’lam bishowwab

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun Terima kasih

Wassalamualaikum

Leave a Reply